SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kerontang

Kemarau panjang, debit air mulai menipis. Di madrasah, acapkali tandon tak bisa terisi karena minimnya stok air dalam tanah. Akibatnya, dalam beberapa hari ini, salat jamaah siswa putra dan putri terpaksa harus dilaksanakan secara bergantian. Di perumahanku, ITB, juga mengalami kendala air. Beberapa kali Pak Su mampir, tak ada tanda-tanda air mengalir dari kran. Ini pertanda bahwa sumurku benar-benar telah kering. Padahal rumah jarang ditempati lho. Enam tahun usia rumah kami, baru kali ini sumur mengalami kekeringan. Untung saja, rumah di desa yang setiap hari kami tempati, tak pernah kekurangan air. Sumbernya selalu lancar dan semoga tetap lancar hingga musim penghujan tiba. Ya Rabb, betapa berartinya air bagi kami. Ironisnya, ketika sumber air melimpah, kadang kami lupa mensyukurinya. Ampuni kami ya Rabb-ku. *** Kampung Asa, 26 September 2026 # Tagur hari ke-79

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post