SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Membeli Mimpi

Pada jalan yang kau pilih, aku tak bisa meletakkan bimbang sebagai penghalang. Waktu telah mengajarkan bahwa hidup tak sesederhana yang kita baca. Nh Anakku, aku menyadari bahwa cerita kini telah berubah. Engkau tak lagi menjadi sebuah boneka yang bisa kutimang sepuasnya, lalu kuletakkan di rak mana yang aku suka. Akan tetapi, engkau telah menjelma kupu-kupu yang riang terbang dan hinggap di kelopak yang engkau suka. Dari debat kusir yang kadang tanpa sengaja mencipta luka, aku mulai belajar bahwa bahasa cinta tak selamanya harus diukur dari seberapa erat pelukan hangat yang diberikan, melainkan seberapa dalam kita menanam harapan ketika dihadapkan pada perbedaan keinginan. Mencintai tak selamanya harus menggenggam, kadang kala keikhlasan untuk melepaskan justru membuat cinta menjadi lebih bermakna. Anakku, tetaplah bercahaya dengan cara yang kau pilih sendiri. Untuk rindu yang selalu datang mengganggu, aku akan menumpahkannya dalam goresan pena. Dalam bentang sajadah, namamu tak pernah alpa, singgah di dalam doa. *** Kampung Asa, 14 Oktober 2026 Tagur hari ke-97

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post