Puasa Syawal Hari Keenam
Ketupat
Segera mendekat
Tinggal menunggu kerabat
Bawakan sambal goreng lezat
Ketupat
Pasti nikmat
Disantap bersama kerabat
Sambil menikmati suasana hangat
Ketupat
Ayo merapat
Siapapun yang dekat
Jangan sampai sahabat terlambat
Ketupat
Bersudut empat
Perlambang kehidupan rakyat
Mohon ampunan sebelum tersekat
===///===
#tantangan G365/137
Gubuk Indah, 08 Mei 2022
===///===
Selamat menunaikan puasa sunah Syawal bagi kaum muslimin dan muslimah yang melaksanakan diawal waktu. Selamat menikmati libur lebaran terakhir bagi sahabat yang belum sempat tunaikan puasa sunah Syawal. Selamat menikmati perjalanan bagi sahabat yang masih berjibaku dengan kemacetan. Selamat beristirahat sejenak bagi pemudik yang sudah kembali ke tempat tugas. Selamat menikmati Minggu ceria bagi gurusianer hebat dimanapun berada.
Alhamdulillah lima hari puasa sunah Syawal sudah terlewati dengan lancar. Insya Allah Minggu ini merupakan hari terakhir. Tak lama lagi, hanya berselang beberapa jam akan tersaji hidangan ketupat dengan aneka sayur dan lauk di meja sahabatku. Tapi sahabat mesti bersabar, menunggu datangnya waktu kumandang azan Magrib dulu.
Namun dibeberapa daerah, ketupat justru sudah hadir bertepatan dengan Idul Fitri 1 Syawal. Beda dengan masyarakat sekitar Surakarta dan Yogyakarta. Ketupat baru tersaji setelah enam hari dari 1 Syawal. Masyarakat biasa menyebut Bakdo Kecil atau lebaran kecil.
Nah daerah sahabatku termasuk yang merayakan Idul Fitri plus ketupat atau Bakdo Kecil dirayakan setelah hari ketujuh Syawal?
Kapan saja tidak masalah, yang jadi masalah jika pas Bakso Kecil tidak ada ketupat. Seperti yang terjadi pada keluarga pakde, he ... he ... he ....
Maklum saja, bude sudah empat hari terakhir tidak di rumah karena harus mengantar keponakan ke Banten. Yah apa boleh buat, Bakdo Kecil kali ini berlalu tanpa ketupat dan opor ayam.
Terima kasih kepada sebelas gurusianer hebat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan bersama sriyonospd.gurusiana.id.
Kunjungan dan komentar pertama datang dari Mas Haji Achmad Syaihu di Surabaya. Kunjungan selanjutnya tercatat ada komentar dari Bunda Nanik Wijayanti, Mas Cusin, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Sri Rahayu, Bunda Fransiska Fajar Tri Hartini, Mas Isak Isnain, Bunda Ernasari Fitriati, Bunda Sulastri Lastone, Bunda Erwin Yarnita dan Bunda Khorirotus Sakdiyah.
Berapapun komentar yang masuk di **(censored)** tidak masalah. Apalagi sepekan terakhir banyak gurusianer hebat yang disibukkan dengan persiapan Idul Fitri 1443 Hijriah dan acara pulang kampung alias mudik.
Semoga dimasa yang akan datang tali silaturahmi terus terjaga walaupun hanya melalui dunia maya tercinta Gurusiana.
Tetap jaga kesehatan dimanapun berada. Jangan lupa bahagia walaupun di rumah saja.
Salam sehat.

Filosofi ketupat menurut masyarakat Indonesia yang sudah berkembang sejak abad XV
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
