Cerita Pagi 26
Adakah di tempat sahabat nyadran?
Jika masih ada, maka sahabat beruntung karena masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi nenek moyang. Namun jika sudah tidak ada, ya tidak mengapa.
Nyadran merupakan kegiatan masyarakat desa untuk bersama-sama membersihkan makam sanak saudara menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Setelah makam dibersihkan dan diatur ulang, terlihat semakin tertata rapi. Kesan seram pada makam seakan sirna. Siapapun berani mendatangi tempat peristirahatan terakhir.
Biasanya, sehari setelah kegiatan membersihkan makam dilanjutkan dengan kegiatan nyadran/sadran. Dimana masyarakat berbondong-bondong membawa aneka makanan. Mulai dari berbagai macam buah-buahan, aneka jajanan pasar, nasi dan lauk pauk, tak ketinggalan ingkung (ayam panggang).
Aneka makanan yang dibawa masyarakat di letakkan pada lantai beralasankan tikar maupun anyaman bambu. Sementara warga masyarakat duduk di lantai dengan rapi menunggu acara dimulai.
Diawali dengan sambutan pejabat desa atau tokoh masyarakat maupun pemuka agama menyampaikan ceramah tentang arti pentingnya nyadran. Dilanjutkan doa yang dipimpin oleh seorang modin atau kaum dan diaminkan semua yang hadir. Doa bersama bertujuan untuk mendoakan arwah orang-orang yang telah meninggal dan di makamkan di tempat tersebut. Serta memohon doa keselamatan agar semua yang hadir beserta keluarganya diberikan kedamaian dan kebahagiaan.
Seusai doa, dilanjutkan dengan makan dan minum bersama dari barang bawaannya. Tak jarang mereka juga saling berbagi dan bertukar makanan. Sehingga orang yang datang dari daerah lainpun bisa makan dan minum sepuasnya, bahkan pulang membawa oleh-oleh buat keluarga di rumah.
Di daerah tertentu di desa-desa lereng Gunung Merapi dan Merbabu, tradisi nyadran dirayakan secara mewah dan kemeriahan mengalahkan keramaian saat lebaran Idul Fitri. Setiap keluarga menyediakan makanan dan minuman gratis bagi orang yang berkunjung.
Saat ini, tradisi nyadran masih berlangsung di daerah tersebut. Jika sahabat merasa penasaran, silahkan datang dan singgah pada rumah-rumah mereka. Dijamin perut kenyang dan pulang membawa oleh-oleh.
Tidak percaya? Buktikan sendiri!
*
Terima kasih kepada semua sahabat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan bersama sriyonospd.gurusiana.id.
Tercatat ada kunjungan dan komentar dari Bunda Fransiska Fajar Tri Hartini, Mas Bambang Heru Istiyanto, Mas Burhani Abu Bakar, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Anita Wanodia, Bunda Ernasari Fitriati, Bunda Siti Jamiatu Sholihah dan Bunda Nanik Wijayanti.
Selamat beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. Jangan lupa sarapan pagi agar perut tidak kembung. Salam sehat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
