Cerita Pagi 39
#tantanganG365/454 (1.163)
Gubuk Indah, 22 Maret 2023
***
Jaga stamina tubuh agar bisa bertemu dengan Ramadan 1444 Hijriah memang sangat penting. Jangan karena padat dengan aktivitas kedinasan hingga mengabaikan umur yang sudah semakin menua.
Pengalaman menunjukkan jika faktor usia tidak bisa disembunyikan. Sesibuk apapun aktivitas seseorang, tentu ada batas kemampuan. Saat itulah pertanda tubuh minta istirahat.
Tiga agenda penting dengan tempat yang berbeda, membuat pakde bersemangat untuk menyelesaikan. Agenda pertama merupakan aktivitas rutin berangkat ke sekolah dengan jarak tempuh 75 kilometer. Alhamdulillah lancar tidak ada kendala.
Agenda kedua menyelesaikan urusan rekening Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Bank Jateng cabang Kabupaten Grobogan di Purwodadi. Jarak tempuh menuju tempat pelayanan sekitar 25 kilometer. Alhamdulillah antrian nomor 4 dapat ditunaikan dengan singkat. Mengingat dua antrian di depan belum lengkap, sehingga mendapat prioritas utama untuk segera dilayani. Cukup waktu kurang dari dua menit, urusan selesai.
Tiba saatnya melanjutkan giat yang ketiga mengikuti rapat dinas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sub Rayon 3 di SMP Muhammadiyah Geyer yang beralamat Desa Jambangan. Jarak tempuh dari bank menuju lokasi sekolah sekitar 25 kilometer. Sesuai undangan, acara dimulai pukul 09.00 WIB. Alhamdulillah belum genap pukul 09.00 WIB sudah sampai tujuan. Ternyata baru ada 3 0rang. Satu orang tuan rumah dan dua orang tamu yang alamatnya tak jauh dari sekolah.
Kebiasaan datang lebih awal sebelum acara dimulai, sudah menjadi bagian hidup dan ciri khas pakde. Jarak tempuh yang jauh, bukan alasan untuk datang terlambat.
Pagi kemarin, motor matic menemani perjalanan sejauh 100 kilometer demi menyelesaikan tiga urusan kedinasan.
Tepat pukul 10.00 WIB acara rapat dinas dimulai hingga jelang azan Dzuhur. Subhanallah, satu persatu akhirnya agenda rutin terselesaikan dengan baik. Menutup serangkaian acara diakhiri dengan makan siang bersama yang sudah disiapkan tuan rumah.
Selesai makan siang, menyempatkan diri untuk salat Dzuhur berjamaah. Usai salam segera bergegas pamitan kepada tuan rumah.
Jika langsung meluncur pulang hanya butuh waktu sekitar dua jam dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer saja. Namun karena mendapat rezeki yang tak terduga, timbul keinginan membelikan mobil mainan buat si embul. Jadilah pakde meluncur ke Solo.
Banyaknya titik kemacetan akibat proses pembangunan jalan simpang membuat arus lalulintas tersendat. Daripada terjebak kemacetan, akhirnya mengurungkan niat dan berputar arah menuju Kartasura.
Sampai tujuan, mobil mainan yang diinginkan masih tersedia. Beberapa waktu sebelumnya sempat bernegosiasi dan deal pada harga 900.000 rupiah. Tapi warna yang tersedia tidak sesuai harapan. Maka memutuskan beralih jenis lain dengan harga tertera hampir 2 juta rupiah! Padahal di dompet hanya ada 1,5 juta rupiah saja. Demi si embul, negosiasi tawar menawar harga dimulai. Mengingat uang pas-pasan, maka pakde langsung mengajukan penawaran 1,5 juta rupiah sambil menunjukkan isi dompet.
Awalnya sang penjual mengurangi 100.000 ribu rupiah hingga akhirnya deal pada harga 1,5 juta rupiah. Setelah proses pengecekan kelengkapan mobil mainan bertenaga batere selesai, eng ing eng lanjut pulang dengan harapan bisa segera bertemu si embul.
Namun apa daya, si embul di tempat nenek kidul. Karena pengasuh si embul sedang ada acara menghadiri gelar karya anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar.
Lemas yang berharap mendapat doping bertemu cucu tak terbayar. Mobil mainan masih nangkring di atas jok motor matic sampai sekarang. Dampaknya, SKSSpun ambyar tidak tersentuh karena raga tua yang kecapekan setelah sehari menempuh perjalanan hampir 200 kilometer.
*
Terima kasih telah setia mengunjungi **(censored)** untuk SKSS dan berbagi kebaikan. Mohon maaf lahir dan batin kepada semua sahabat yang masih setia SKSS, khususnya kaum muslimin dan muslimah jika ada salah tulis dan tulisan yang tidak berkenan di hati.
Pada Selasa kemarin masih ada 4 komentar yang datang dari Mas Bambang Heru Istiyanto, Bunda Cicik Rahayu, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini dan Bunda Nanik Wijayanti.
Selamat menyambut datangnya Ramadan 1444 Hijriah buat sahabat muslimin dan muslimah. Selamat menikmati libur buat Bunda Cicik Rahayu dan Oma Fransiska Fajar Tri Hartini.
Salam sehat
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
