Cerita Pagi 42
#tantanganG365/458 (1.166)
Gubuk Indah, 25 Maret 2023
***
Kemeriahan Ramadan 1444 Hijriah tak sebatas disambut suka cita dengan berbagai macam kegiatan tradisional. Seperti di Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta diawali dengan tradisi bersih kubur yang dilanjutkan dengan nyadran.
Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan berupa tradisi padusan. Upaya masyarakat untuk membersihkan diri. Bersih raga dan bersih jiwa guna menunaikan ibadah puasa Ramadan. Mereka mengunjungi tempat pemandian umum, sungai, laut dan tempat lain yang terdapat mata air alami. Orang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta biasa menyebut umbul atau sendang.
Selain tradisi tersebut, masyarakat juga melakukan kenduri yang disebut punggahan atau megengan. Satu acara memanjakan doa kepada arwah orang-orang yang telah meninggal dunia dengan mengeluarkan sedekah berupa nasi lengkap dengan sayur urap, aneka buah, aneka lauk, dan ayam ingkung.
Acara kenduri diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh penghulu desa, modin atau tokoh masyarakat yang dianggap menguasai ilmu agama. Setelah didoakan, makanan dibagi rata diantara tamu undangan yang hadir. Sebagian dinikmati di tempat dan sebagian dibawa pulang untuk keluarga.
Punggahan atau megengan bertujuan agar arwah orang-orang yang telah meninggal dunia dinaikkan dan diampuni segala dosanya saat masih hidup agar mereka terhindar dari siksa api neraka, khususnya pada saat Ramadan tiba.
Sampailah pada puncak kegiatan yang sudah lama ditunggu berupa salat tarawih. Selama pandemi virus korona, salat tarawih tidak dianjurkan dilaksanakan di masjid, mushala, surau dan tempat ibadah lain. Masyarakat menggelar salat tarawih di rumah masing-masing bersama keluarga tercinta.
Alhamdulillah, Ramadan 1444 Hijriah kita kaum muslimin dan muslimah bisa melaksanakan salat Isya berjamaah dan salat tarawih.
Seperti sudah kita ketahui, selama ini dikenal ada dua pilihan salat tarawih. Boleh melaksanakan delapan rakaat plus tiga rakaat salat witir. Juga ada yang melaksanakan delapan belas rakaat plus tiga rakaat salat witir.
Sahabat melaksanakan salat tarawih yang mana? Yang mana saja tidak masalah. Logikanya jika kita ingin meraih kemuliaan Ramadan maka perbanyak berbuat kebaikan.
Biasanya setelah salat tarawih dilanjutkan dengan tadarus Al.Quran selama bulan Ramadan. Tidak sedikit orang yang berhasil katam membaca Al.Quran, bahkan selama Ramadan ada yang bisa katam Al.Quran dua sampai tiga kali. Subhanallah.
Nah itu sepintas kegiatan awal Ramadan yang insya Allah hari ini memasuki hari ketiga.
*
Terima kasih kepada Pak Dede Saroni dan Bunda Ernasari Fitriati yang masih sempat SKSS di tengah keterbatasan waktu akibat Gurusiana error dua hari terakhir.
Salam sehat.
***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
