Sriyonospd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mudik

Mudik

Tiga tahun terakhir aktivitas pulang kampung alias mudik bin lebaran di kampung halaman sempat vakum. Kegiatan bertemu keluarga dan sanak saudara itu sempat terhenti karena pandemi virus korona.

Walaupun diantara mereka masih ada yang tidak mematuhi larangan pemerintah dengan melakukan mudik secara diam-diam, demi bisa bertemu keluarga tercinta. Apapun rela mereka tempuh demi bisa mencapai kampung halaman.

Namun kali ini antusiasme masyarakat untuk merayakan lebaran di kampung halaman, seolah terbuka lebar. Bak ayam keluar dari kandang. Masyarakat bebas melaksanakan aktivitas mudik dengan beragam moda transportasi. Baik darat, danau, sungai, laut dan udara.

Ada banyak moda transportasi darat yang bisa dipilih masyarakat. Mulai menggunakan bus umum, bus mudik gratis, kereta api, kendaraan pribadi, bahkan nekad menggunakan sepeda motor.

Pemerintah memprediksi ada sekitar 123.000.000 warga masyarakat yang melakukan mudik pada Idul Fitri 1444 Hijriah. Dua diantara 123.000.000 pemudik itu adalah pasutri anak pakde. Pasangan muda itu menempuh perjalanan udara lebih awal demi bisa bertemu keluarga tercinta di Lampung. Mereka berharap bisa berkumpul ibunda tercinta yang telah lama dirindukan.

Berangkat dari gubuk indah di Boyolali menuju Bandara Adi Sumarmo, Boyolali. Jarak sekitar 15 kilometer ditempuh dengan kendaraan melalui jalan tol demi menghindari kemacetan di jalan nasional. Hanya butuh waktu kurang dari 15 menit, sampailah rombongan kecil itu di bandara.

Dasar si embul yang tak mau ketinggalan. Begitu turun dari mobil, ia langsung merengek minta naik di atas keranjang barang. Sampai di pintu masuk keberangkatan, si embul tidak mau turun. Terpaksa dengan berbagai rayuan dilakukan, hingga si embul bersedia turun. Sejurus kemudian keduanya sudah hilang di balik tembok bandara. Si embul hanya bisa celingak celinguk mencari keberadaan paman dan tantenya.

Nah itulah secuil cerita mudik keluarga kami. Dapat dipastikan lebaran tahun ini pakde dan bude hanya merayakan lebaran bersama anak kedua dan keponakan yang datang.

*

Terima kasih telah setia mengunjungi **(censored)** untuk SKSS dan berbagi kebaikan bersama sriyonospd.gurusiana.id.

Tercatat masih ada kunjungan dan komentar dari sahabatku, walaupun jumlahnya sangat minim. Terima kasih buat Mas Trianto Ibnu Badar, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Sulistyaningsih, Bunda Nanik Wijayanti, Bunda Siti Jamiatu Sholihah dan Bunda Rina Lisnaningsih di Bondowoso.

Selamat pagi selamat beraktivitas. Mungkin diantara sahabat sudah ada yang menikmati libur akhir Ramadan. Tetap semangat buat sahabat yang hari liburnya baru jatuh 19 April 2023.

Salam sehat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post