Puasa Sunah Syawal
Tak terasa waktu libur akhir puasa dan cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara telah berakhir. Walaupun ada anjuran Presiden Joko Widodo kepada para pemudik untuk menunda kepulangan ke ibu kota guna mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas saat arus balik. Namun itu tidak berlaku bagi kita yang beraktivitas di luar ibu kota. Apalagi ASN yang berada di daerah. Maka pagi ini harus memulai aktivitas rutin.
Berbahagialah bagi ASN yang masih menikmati libur di kampung halaman karena sekolah tempat bekerja masih memberikan libur. Ada beberapa intansi yang menetapkan libur hari raya hingga 1 Mei 2023. Masuk kembali pada 2 Mei 2023. Bahkan antar daerah satu provinsi saja aturan libur lebaran berbeda! Indahnya hasil reformasi yang menghasilkan otonomi daerah!
Tetap semangat buat diri sendiri dan sahabat gurusianer hebat yang pagi ini atau bahkan mulai Selasa kemarin sudah kembali ke sekolah. Nikmati rutinitas kerja dengan kelapangan hati agar apa yang dikerjakan tidak sekadar menghasilkan gaji atau honor. Tetapi juga mempunyai nilai ibadah yang insya Allah mendapatkan pahala sebagai bekal kembali ke rahmatullah.
Untuk itulah, sedikit mengingatkan kepada sahabat muslimin dan muslimah tentang ibadah lain yang bisa kita tunaikan pada Syawal 1444 Hijriah. Apalagi jika bukan puasa sunah 6 hari selama Syawal.
Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits:"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh."(HR Muslim)
Mengingat Syawal masih lama, namun tidak ada salahnya jika menunaikan puasa sunah Syawal lebih awal. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan masih diberikan kesempatan menikmati indahnya dunia fana.
Ada sebagian kaum muslimin dan muslimah yang berpuasa sunnah Syawal bertepatan dengan Senin dan Kamis. Mereka berharap mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tidak sekadar pahala dari puasa sunah Syawal tapi juga pahala puasa sunah Senin dan Kamis.
Juga ada yang melaksanakan puasa sunah Syawal setelah lebaran ketupat yang jatuh pada 7 Syawal. Mereka beralasan masih banyak makanan dan minuman lebaran yang tersisa. Mubazir jika tidak dihabiskan.
Sebagian yang lain menyegerakan puasa sunah Syawal pada hari kedua Syawal hingga hari ketujuh. Mereka juga punya alasan agar meraih kemuliaan Ramadan selama setahun penuh, seperti yang diriwayatkan dalam hadis tersebut.
Yang namanya puasa sunah tentu dilaksanakan insya Allah mendapatkan pahala, namun jika tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Sekarang kembali kepada diri kita masing-masing. Mau puasa sunah Syawal atau tidak, menjadi urusan kita masing-masing.
*
Terima kasih kepada semua sahabat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan bersama sriyonospd.gurusiana.id.
Tercatat ada kunjungan dan komentar dari Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Zuyyinah, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Mas Bambang Heru Istiyanto, Bunda Cicik Rahayu, Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Bunda Nanik Wijayanti dan Bunda Siti Jamiatu Sholihah.
Salam sehat.
*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
