Sriyonospd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya

Menjadi Aparatur Sipil Negara, baik Pegawai Negeri Sipil maupun Non Pegawai Negeri Sipil (PPPK) saat ini cukup menjanjikan. Setidaknya jika dilihat oleh pegawai swasta maupun pekerja lepas.

Betapa tidak menjanjikan jika penghasilan yang diterima setiap bulan lebih dari cukup. Jika pasangan suami istri kebetulan menjadi pegawai pemerintah, maka dengan dua anak yang dimiliki, rasanya mudah untuk mengatur kebutuhan keluarga. Mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari hingga kebutuhan biaya pendidikan sampai perguruan tinggi.

Belum lagi setelah purna tugas masih menerima gaji pensiun dan uang lain yang dibayarkan setiap bulan melalui potongan gaji. Konon ada yang menyebut jika kita menjadi pegawai pemerintah itu menjanjikan hidup bahagia hingga hari tua.

Kondisi tersebut tentu sangat berbeda dengan pegawai luar negeri alias swasta. Dimana besar dan kecilnya penghasilan tiap bulan tergantung pada kinerja masing-masing pegawai. Jika bekerja keras, ada kemungkinan gaji besar. Tapi jika malas bekerja, dapat dipastikan gajinya kecil. Bahkan jika kurang beruntung, bisa dikeluarkan dari tempatnya bekerja.

Jangankan untuk mencukupi kebutuhan anggota keluarga. Cukup untuk mengisi perut saja sudah istimewa. Tak jarang mereka harus putar otak dan banting tulang mencari pekerjaan sampingan agar bisa mencukupi kebutuhan anggota keluarga.

Dua kondisi yang terlihat timpang. Ada perbedaan yang begitu kontras. Pegawai pemerintah dimanjakan dengan berbagai penghasil dengan aneka ragam sebutan. Sementara pegawai swasta hanya bisa pasrah terhadap kebijakan tempat mereka bekerja.

Namun sayang seribu kali sayang. Karena kurang syukur, sehingga banyak diantara pegawai pemerintah yang terlilit hutang karena pola hidup yang salah. Gaya hidup hedonisme kadang membuat mereka besar pasak daripada tiang.

Belum lagi menjelang lebaran Idul Fitri, pegawai pemerintah dimanjakan dengan berbagai penghasil tambahan. Salah satunya berupa Tunjangan Hari Raya yang dibayarkan utuh sebesar satu kali gaji.

Wahai sahabat yang berkecukupan karena dimanjakan dengan pemberian THR, jangan lupa mengeluarkan zakat, infak dan sedekah.

Bagi sahabat yang pegawai swasta, jangan merasa rendah diri karena penghasilan hanya pas-pasan. Berapapun penghasilan yang kita terima sudah selayaknya kita syukuri. Karena masih banyak saudara kita yang penghasilannya tidak menentu. Bahkan untuk makan saja susah. Apalagi membeli baju baru dan aneka kue lebaran.

*

Terima kasih kepada sembilan gurusianer hebat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan bersama **(censored)** pada Rabu kemarin.

Tercatat ada kunjungan dan komentar dari Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Sulistyaningsih, Bunda Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Zuyyinah, Bunda Sry Indrayani, Bunda Seir Haidah Hasibuan, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Anita Wanodia dan Bunda Nanik Wijayanti.

Selamat melaksanakannya tugas dengan kesibukan masing-masing. Tetap semangat menebar virus literasi sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui dunia maya tercinta, Gurusiana.

Salam sehat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post