Ganti Menteri, Ganti Kurikulum
#tantanganG365/510 (1.216)
Gubuk Indah, 16 Mei 2023
***
No Baper selalu menghadirkan ide segar dalam tulisannya. Sebelum tema hantu, sudah berkumpul sejumlah tulisan keren dari penulis hebat seantero Nusantara dalam tema kurikulum. Kedua buku tersebut saat ini masih berproses di tim No Baper yang setia bekerjasama dengan MediaGuru Indonesia.
Walaupun kehadirannya dimungkinkan sedikit terlambat. Namun keduanya patut menjadi bacaan gurusianer hebat juga para pengambil keputusan agar mendengarkan suara orang kecil. Kesan setiap terjadi pergantian menteri pendidikan pasti akan diikuti dengan pergantian kurikulum.
Masih segar dalam ingatan kita bahwa Kurikulum 2013 saat itu hadir sebagai jawaban untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Bahkan hingga menjelang tahun pelajaran baru 2023-2024, Kurikulum 2013 tetap digunakan sebaguan besar sekolah.
Walaupun memasuki tahun pelajaran baru 2023-2024 sudah ada beberapa sekolah baik tingkat dasar maupun menengah pertama menggunakan Kurikulum Merdeka. Namun Kurikulum 2013 juga masih digunakan oleh sekolah baik sekolah dasar maupun sekolah menengah.
Sementara tak lama lagi kita akan memasuki tahun politik dengan digelarnya pesta demokrasi berupa pemilihan umum untuk presiden/wakil presiden, anggota Badan Perwakilan Daerah, dan anggota legeslatif (DPR, DPRD) secara serentak pada 13 Februari 2024.
Apapun hasilnya dan siapapun presiden/wakil presiden yang kelak diberi amanah menjadi orang nomor satu dan orang nomor dua, sangat mungkin menghadirkan kabinet baru. Kabinet baru tentu memunculkan menteri baru. Otomatis menteri pendidikan pun sangat dimungkinkan juga orang baru.
Jika ganti presiden diikuti pergantian menteri, tentu menghadirkan kebijakan baru. Tidak tertutup kemungkinan kurikulum pun ikut berganti. Akankah Kurikulum Merdeka yang saat ini gencar disosialisasikan kepada guru mulai PAUD hingga SMA/SMK akan mati seperti nasib Kurikulum 2013?
Wallahualam, hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.
*
Terima kasih kepada semua sahabat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan bersama **(censored)** pada tema Sabar Bunda yang bertutur tentang nasib kurang baik Bunda Nurzaitun.
Tercatat ada kunjungan dan komentar dari Bunda Nurzaitun, Bunda Anita Wanodia, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Siti Jamiatu Sholihah, Bunda Ernasari Fitriati, Bunda Nanik Wijayanti, Bunda Yenti, Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Mas Bambang Heru Istiyanto dan Mas Trianto Ibnu Badar.
Selamat pagi selamat beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. Tetap semangat menebar virus literasi sekaligus mempererat tali silaturahmi. Jangan lupa bahagia.
Salam sehat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
