Sriyonospd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hari Keempat

Hari Keempat

#tantanganG365/575 (1.283)

Gubuk Indah, 20 Juli 2023

***

Kamis merupakan hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah kami. Salah satu agenda dalam kegiatan MPLS hari terakhir adalah "Tertib Lalu Lintas". Sebagai narasumber tentu petugas kepolisian dari Polsek Geyer.

Sayang seribu kali sayang, penulis tidak bisa membersamai peserta didik baru dalam menyerap materi tertib lalu lintas. Mengingat ada agenda penting di tempat lain. Kegiatan pengukuhan/pemilihan kepengurusan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sub Rayon 03 yang terdiri tiga kecamatan (Purwodadi, Toroh, dan Geyer) dilaksanakan mulai **(censored)**WIB di SMP Negeri 3 Purwodadi.

Namun masih ada cerita seru tentang peserta didik baru yang sempat penulis lihat dan temui pada Selasa kemarin. Jika dua cerita sebelumnya tentang peserta didik yang "lola" dan yatim piatu. Maka cerita kali ini tentang peserta didik yang baru selesai menjalani khitan. Kebetulan ada dua peserta didik baru yang sedang dalam proses penyembuhan.

Peserta didik yang pertama terlihat berjalan kaki agak susah. Seperti batita yang pokoknya basah karena penuh dengan air seni. Orang Jawa biasa menyebut "mekah mekeh" alias badannya condong ke depan. Dia dibimbing oleh sang ibu mulai dari tempat parkir hingga memasuki ruang kelas.

Sementara peserta didik baru yang nomor dua justru kondisinya lebih parah. Menurut penuturan sang ayah yang datang ke sekolah menyampaikan permohonan ijin, dikatakan sang anak mengalami pembengkakan pada bekas luka khitan. Mestinya ini merupakan hal biasa, namun sang bocah merasakan sakit yang luar biasa sehingga memilih di rumah saja dan tidak mengikuti kegiatan MPLS.

Ada saja cerita terkait peserta didik baru Tahun Pelajaran 2023/2024 di sekolah kami. Dua hari kemarin didominasi cerita pilu. Tapi hari ini ada cerita lucu tentang tradisi khitan yang masih tumbuh subur di masyarakat desa saat datang waktu libur panjang.

Kebiasaan melaksanakan khitan dengan pesta masih banyak dijumpai di desa. Bahkan tidak jarang menghadirkan sejumlah tamu undangan dengan beragam hiburan khas masyarakat desa. Mulai dari campursari, musik dangdut, musik rebana hingga kesenian tradisional tayuban.

*

Terima kasih Mas Yulianto Samah, Bunda Rina Lisnaningsih, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Mas Bambang Heru Istiyanto, Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Siti Jamiatu Sholihah, Bunda Ernasari Fitriati dan Bunda Nanik Wijayanti yang masih setia berkunjung dan berbagi kebaikan.

Selamat beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. Jangan lupa bahagia walaupun kesibukan mulai menunggu untuk diselesaikan.

Salam sehat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post