Hari Keenam
#tantanganG365/577 (1.285)
Gubuk Indah, 22 Juli 2023
***
Berubah menjadi lebih baik ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Perlu proses panjang serta komitmen dan konsisten agar terwujud perubahan ke arah kebaikan.
Seperti yang saat ini sedang kami lakukan untuk membenahi institusi pendidikan dimana setahun terakhir penulis diberi amanah. Kondisi fisik sekolah yang berada di pelosok desa diapit dua sekolah besar menjadi kendala utama.
Jarak terdekat dengan sekolah lain kurang dari 5 kilometer. Sedangkan jarak dengan sekolah besar berikutnya kurang dari 7 kilometer. Dengan kondisi jalan yang ada, membuat sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah besar daripada di sekolah terdekat.
Mungkin mereka punya alasan tersendiri. Lagi pula memilih sekolah merupakan hak masyarakat. Kebebasan sepenuhnya milik mereka. Mau sekolah di mana saja bebas tidak ada larangan. Aturan zonasi konon sering diakali dengan titip Kartu Keluarga pada sanak saudara atau kenalan baru yang beralamat di sekitar sekolah incaran.
Pesona sekolah sepenuhnya berasal dari dalam sekolah itu sendiri. Bagaimana mau menarik perhatian masyarakat agar menyekolahkan anak mereka jika kondisi sekolah, baik fisik maupun sarana pendukung lainnya memprihatinkan?
Dengan kondisi terbatas, akhirnya kami berketetapan hati untuk memulai berbenah. Diawali dengan membenahi tata kelola keuangan berlanjut membenahi tata kelola pendidik dan terus berbenah secara fisik. Berbagai usaha pembenahan tak lepas dari pro dan kontra baik dari warga sekolah maupun warga sekitar sekolah.
Namun semangat berubah menjadi lebih baik sudah terpatri dalam hati. Kaki sudah melangkah jauh. Proses perubahan harus berjalan sebatas kemampuan. Jangan sampai terjadi institusi pendidikan negeri tidak mendapat kepercayaan masyarakat. Pengalaman di tempat lain menjadi cermin untuk menata ke arah kebaikan.
Sudah bersolek dan berbenah serta memberikan upeti kepada calon peserta didik baru saja ternyata belum menarik minat masyarakat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta ada SD swasta dengan pendaftar hanya satu peserta didik. Bahkan di Jawa Timur lebih memprihatinkan. Bagaimana bisa SD negeri tidak mendapatkan peserta didik baru?
*
Terima kasih kepada Bunda Andi Alnillah, Bunda Zuyyinah, Bunda Siti Jamiatu Sholihah, Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Bunda Cicik Rahayu, Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Nanik Wijayanti dan Bunda Rina Lisnaningsih yang masih mempunyai sedikit waktu untuk SKSS dan berbagi kebaikan.
Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga tercinta bagi sahabat dengan lima hari kerja. Tetap semangat melaksanakan tugas bagi diri sendiri dan sahabat dengan enam hari kerja. Jangan lupa bahagia.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
