Sriyonospd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Aksi Nyata

Aksi Nyata

#tantanganG365/1.400

Gubuk Indah, 25 Oktober 2023

***

Implementasi Kurikulum Merdeka yang diikuti dengan kehadiran Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, dan Pendamping Praktik semakin menggurita. Termasuk di tempat pakde bertugas. Sekolah di pelosok desa dengan peserta didik seadanya. Juga diwajibkan melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri sejak 2022/2023.

Sekolah yang paling awal menerapkan Kurikulum Merdeka mendapat dana tambahan. Namun sekolah tempat pakde bertugas melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Sumber pendapatan hanya berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sekarang dikenal dengan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Pada tahun pertama kehadiran pakde di sekolah baru, belum ada satupun guru yang tertarik menjadi pendamping praktik apalagi calon guru penggerak. Ada beberapa pendidik yang memenuhi persyaratan menjadi PP maupun CGP. Tapi sayang seribu kali sayang, mereka tidak tergerak. Mungkin sudah merasa aman dan nyaman.

Maklum, sekolah kami mendapat julukan SMP keluarga. Itu dikarenakan beberapa tenaga pendidik dan pendidik merupakan pasangan suami istri. Awalnya mereka merupakan pendidik dengan status lajang, di sekolah mereka saling mengenal dan akhirnya menjadi pasangan suami istri. Ada beberapa pasangan suami istri yang sekarang masih menyisakan lima pasang. Beberapa diantaranya sudah pindah di sekolah lain.

Seiring perjalan waktu dan dorongan pimpinan institusi akhirnya tahun pelajaran 2023/2024 ada seorang Calon Guru Penggerak dari angkatan delapan. Saat ini jejak beliau diikuti oleh seorang pendidik dengan status PPPK terdaftar CGP angkatan sembilan. Saat CGP angkatan sebelas masih membuka pintu pendaftaran, alhamdulillah ada seorang pendidik yang tergerak untuk mendaftarkan diri. Semoga perjuangan mereka mendapat hasil terbaik.

Bukti kecil jika kehadiran pakde mampu menggerakkan pendidik untuk berusaha lebih baik dengan cara mendaftar sebagai CGP. Toh pada akhirnya, mereka juga yang akan menuai hasilnya dikemudian hari. Biarlah pendidik yang lain tidak tergerak yang penting ada sebagian pendidik yang tergerak.

Selasa kemarin, bertempat di ruang guru berlangsung aksi nyata yang dilakukan CGP angkatan delapan dalam mengimplementasikan modul 1.4 tentang Budaya Positif di Sekolah. Kebetulan sekolah sedang mendapatkan kesempatan menjadi sekolah adiwiyata tingkat kabupaten. Gayungpun bersambut, kehadiran CGP sedikit banyak mewarnai proses perubahan yang ditargetkan kepala sekolah, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Terlepas apapun hasil akhir itu pikir belakang.

Semoga semboyan "tergerak, bergerak, dan menggerakkan" oleh CGP menjadikan sekolah kami lebih baik dari sebelumnya. Mengingat, kepala sekolah boleh datang dan pergi silih berganti. Namun eksistensi sekolah harus meunjukkan jati diri agar tetap dicintai masyarakat.

*

Terima kasih kepada Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Sofiawati, Mas Bambang Heru Istiyanto, Opa Sunindio, Bunda Nanik Wijayanti, Bunda Amel Yasin dan Bunda Siti Jamiatu Soliha yang masih mempunyai waktu untuk SKSS dan berbagi.

Semoga dengan SKSS menjadikan kita lebih akrab walaupun hanya bertemu di dunia maya, Gurusiana. Selamat beraktivitas dengan kesibukan masing-masing. Jangan lupa bahagia.

Salam sehat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post