Beda Perlakuan
#tantanganG365/1.404
Gubuk Indah, 28 Oktober 2023
***
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023 sungguh menggenaskan. Jika Presiden Joko Widodo berserta jajaran kabinet, pejabat tinggi negara, dan tokoh masyarakat Indonesia melaksanakan upacara Hari Sumpah Pemuda 2023 tepat pada Sabtu 28 Oktober 2023. Namun tidak semua bawahan yang berada di daerah melaksanakan hal yang sama.
Dengan terang-terangan beberapa instansi pemerintah di daerah justru mengeluarkan surat edaran tentang penundaan atau pengunduran peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023 pada Senin 30 Oktober 2023. Tentu disertai dengan dasar dan alasan serta pertimbangan yang logis menurut mereka.
Sungguh sesuatu yang aneh tapi nyata. Namun itulah fakta yang terjadi. Semboyan: "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan" seolah luntur tergilas zaman. Masyarakat Indonesia mulai tidak peduli dengan sejarah berdirinya bangsa Indonesia.
Terkesan mereka yang abai dengan sejarah dan lebih mementingkan urusan pribadi. Tentu dengan berbagai macam alasan sebagai pembenaran. Jangan-jangan diantara gurusianer hebat juga ada yang melaksanakan upacara Hari Sumpah Pemuda tahun ini pada Senin besok.
Walaupun Sang Proklamator sudah berpesan kepada kita: "Jangan pernah melupakan sejarah". Sekarang kenyataan sudah membuktikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023 terabaikan dan merana.
Mengapa akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mulai melakukan standar ganda pada peringatan hari besar sejarah panjang berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia?
Masih segar dalam ingatan gurusianer hebat tentang peringatan Hari Kesakitan Pancasila 2023 yang jatuh pada Minggu, 1 Oktober 2023. Masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi sejarah dan menghargai jasa para pahlawan tentu melaksanakan upacara Hari Kesakitan Pancasila tepat waktu. Walaupun Minggu mereka tetap melaksanakan upacara bendera.
Begitu juga dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023 yang bertempatan dengan Sabtu, 28 Oktober 2023. Mereka yang menjunjung tinggi sejarah dan menghargai jasa para pahlawan tetap melaksanakan upacara bendera sesuai tanggalnya. Walaupun Sabtu sebagai hari libur bagi mereka dengan lima hari kerja toh tetap melaksanakan upacara bendera.
Namun belum ada cerita peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mengalami pengunduran atau penundaan. Upacara bendera Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu "on time!".
Mengapa kita memperlakukan peringatan hari besar nasional yang terkait dengan peristiwa sejarah berdirinya bangsa Indonesia dengan standar ganda?
Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Jangan pernah melupakan sejarah!
*
Terima kasih kepada Pak Dede Saroni, Bunda Zuyyinah, Mas Trianto Ibnu Badar, Opa Sunindio, Mas Bambang Heru Istiyanto, Bunda Amel Yasin, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Cicik Rahayu, Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Siti Jamiatu Soliha, Bunda Nanik Wijayanti, Bunda Sri Wahyuni dan Bunda Ernasari Fitriati yang sudah berkunjung dan berbagi kebaikan bersama sriyonospd.gurusiana.id.
Selamat menikmati libur bersama keluarga tercinta baik di rumah saja maupun di tempat wisata. Tetap bahagia buat diri sendiri dan sahabat yang di rumah saja. Semoga tanggal tua tidak mengurangi bahagia.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
