Berbenah
#tantanganG365/1.380
Gubuk Indah, 5 Oktober 2023
***
Berbenah mempunyai kesan berkemas-kemas seolah kita mau melakukan pekerjaan yang besar atau penting. Berbenah juga dapat diartikan memberes-bereskan sesuatu yang tidak enak dipandang mata. Namun berbenah juga memiliki arti merapikan segala sesuatu agar sedap dipandang mata.
Termasuk pagi in, berangkat 04.50 WIB, sampai di sekolah 06.35 WIB. Tidak ada agenda mampir sarapan soto murah. Bukan karena tidak punya uang. Namun lebih dikarenakan belum ada nafsu makan. Perjalanan hampir tujuh puluh kilometer dapat diselesaikan kurang dari dua jam. Arus lalu lintas masih sepi. Belum banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.
Masih banyak waktu luang untuk mengawali kegiatan pelajaran pertama 07.15 WIB. Setelah melaksanakan presensi kehadiran dengan aplikasi Simpel G, lanjut dengan memantas diri sebelum mengawali aktivitas. Melihat peserta didik mulai berdatangan naik sepeda motor, timbul niat untuk melihat tempat parkir.
Alhamdulillah sudah ada dua guru yang bertugas mengarahkan mereka. Setelah mendekat dan berjabat tangan dengan salah satu guru. Langkah kaki membawa pakde menuju pintu gerbang sekolah sisi utara. Terlihat sampah daun jati dan beberapa bekas bungkus makanan dan minuman berserakan. Risih dengan pandangan yang kurang sedap. Tanpa pikir panjang langsung turun untuk memungut dan mengumpulkan sampah.
Agar sampah tidak kembali berserakan karena tertiup angin, tak ada cara lain kecuali dibakar. Maklum untuk membawa ke tempat sampah akhir di belakang sekolah jaraknya lumayan jauh. Ditambah tidak membawa tempat sampah sebagai wadah.
Tindakan membakar sampah tentu kurang bijaksana. Toh sampah bisa dipilih dan dipilah untuk daur ulang. Namun cara itu kurang efektif di sekolah kami yang berada di pelosok desa. Akrirnya sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis saja yang dikumpulkan oleh petugas kebersihan.
Selesai memungut dan membakar sampah dilanjutkan dengan menyapu jalan. Kebetulan jalan depan sekolah sudah beberapa bulan terakhir dicor beton. Ada pasir dan kerikil yang menutupi permukaan jalan. Kondisi tersebut jelas membahayakan bagi pengguna jalan terutama peserta didik yang naik sepeda motor. Jalan sepanjang lebih dari enam puluh meter akhirnya terlihat bersih dan rapi.
Beberapa orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah memberi salam. Dengan ramah tentu pakde menjawab salam. Tak lupa seulas senyum manis sebagai tanda terima kasih. Tak terasa keringat mengucur deras membasahi batik simpang lima. Batik ini menjadi identitas khusus pendidik di daerah kami setiap kamis minggu pertama. Walaupun ada satu-dua pendidik yang lupa menggunakan seragam yang telah ditentukan.
Usai melaksanakan aktivitas kecil dilanjutkan istirahat sejenak sambil melihat kabar yang masuk ke android. Segelas teh manis menemani pagi yang sedikit redup untuk membersamai pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas masing-masing.
*
Terima kasih kepada Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Bunda Sofiawati, Bunda Ernasari Fitriati, Bunda Cicik Rahayu, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Mas Bambang Heru Istiyanto, Mas Rochadi Arif Purnawan, Bunda Amel Yasin, Mas Isak Isnain, Bunda Siti Jamiatu Soliha, Bunda Nanik Wijayanti, Opa Sunindio dan Bunda Anita Wanodia yang masih sempat SKSS dan berbagi kebaikan.
Salam sehat dan sukses selalu buat semua sahabat beserta keluarga tercinta. Jangan lupa bahagia dengan cara masing-masing.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
