Bermain Air
#tantanganG365/1.405
Gubuk Indah, 30 Oktober 2023
***
Bermain merupakan kebutuhan pokok seorang anak. Termasuk si embul yang belum genap dua tahun. Setiap kali hendak mandi, baik mandi pagi maupun mandi sore. Si embul harus dibujuk dengan aneka mainan yang mengandung unsur air. Entah air dari keran air bersih. Maupun air dingin dalam wadah. Bisa wadah berupa ember, panci, kaleng bekas dan kotak plastik.
Kebiasaan si embul bermain air mulai muncul sejak memasuki usia satu tahun. sejak si embul mulai berjalan hingga sekarang, air menjadi teman setia sebelum mandi. Terkadang dia memaikan air yang keluar dari keran melalui selang plastik. Biasanya dia gunakan untuk mengisi wadah kosong yang ditemukan. Jika tidak ada wadah kosong, dia akan mencari tanaman untuk disiram.
Puas bermain air hingga terkadang sampai basah kuyup. Si embul baru mau diajak untuk mandi. Baik menggunakan air dingin maupun air hangat. Jika sore hari, kakek atau nenek biasa merebus air sampai mendidih. Sebagian digunakan membuat teh atau kopi. Sebagian yang lain tentu untuk mandi si embul. Pastinya setelah air panas dicampur dengan air dingin secukupnya.
Ember bayi terisi penuh dan si embul masuk ke dalam ember sampai sebagian air tumpah. Sambil bermain air, maka sang nenek bisa leluasa membersihkan tubuh si embul dengan sabun mandi dan sampo untuk keramas. Si embul betah berlama-lama di dalam wadah baik berisi air dingin maupun air hangat.
Setelah puas bermain, biasanya si embul minta keluar dari ember tempatnya berendam. Sejurus kemudian dia minta agar sisa air yang berada di ember untuk dituang ke lantai. Derasnya air yang keluar dari ember menuju lubang pembuangan menjadi daya tarik tersendiri bagi si embul. Setelah seluruh air habis dan lantai kering. Barulah si embul minta diangkat dengan batutan handuk untuk berganti pakaian.
Namun kondisi di rumah kakek dan nenek bertolak belakang dengan kondisi si embul saat di rumah bersama ayah dan ibu. Jika di rumah nenek si embul berendam dalam ember bayi. Maka di rumah orangtuanya, si embul berendam menggunakan kotak plastik berkapasitas empat puluh lima liter. Oleh orangtuanya si embul sengaja dibiarkan bermain air sampai puas. hal ini bertujuan untuk memberi waktu bermain air bagi si embul. sekaligus ayah dan bunda bisa mengerjakan pekerjaan rumah. sang ibu menyiapkan sarapan. Sang ayah membersihkan lantai dan menjemur pakaian.
Bagaimana dengan sahabat yang sudah memiliki cucu? Apakah melakukan hal yang sama atau ada cerita lain?
*
Terima kasih kepada Mas Trianto Ibnu Badar, Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Mas Rochadi Arif Purnawan, Mas Muhammad Sultan, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Sofiawati, Bunda Zuyyinah, Bunda Nanik Wijayanti, Mas Bambang Heru Istiyanto dan Bunda Siti Jamiatu Soliha yang masih mempunyai waktu untuk SKSS dan berbagi kebaikan.
Selamat beraktivitas di awal pekan akhir Oktober dengan penuh semangat. Jangan lupa bahagia dengan kondisi saat ini. Semoga semangat menebar virus literasi terus terjaga.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
