Sumpah Pemuda Merana
#tantanganG365/1.403
Gubuk Indah, 28 Oktober 2023
***
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun ini mengambil tema: "Bersama Majukan Indonesia." Namun sayangnya peringatan Sumpah pemuda tahun ini seolah lenyap ditelan hiruk pikuk pemberitaan tentang Capres dan Cawapres Pemilu 2024.
Jika pemerintah pusat jauh hari sudah mengeluarkan logo dan tema Sumpah Pemuda 2023. Namun fakta di lapangan sunyi dan sepi. Jangan-jangan kita sebagai pendidik juga lupa jika hari ini merupakan hari bersejarah bagi perjalanan panjang Indonesia.
Berdirinya Budi Utomo yang dikuti dengan berdirinya beragam organisasi di tanah air, akhirnya bisa dipersatukan melalui Konggres Pemuda Dua 1928. Salah satu keputusan konggres menetapkan Ikrar Sumpah Pemuda. Berbangsa Satu, Bertanah Air Satu dan Berbahasa Satu Indonesia.
Ikrar Sumpah pemuda merupakan kebulatan tekad para pemuda se Nusantara untuk bahu membahu berjuang meraih kemerdekaan. Beragam perjuangan telah mereka tempuh. Mulai dari perjuangan fisik maupun perjuangan diplomasi.
Perjuangan fisik melawan penjajah Belanda terjadi tidak saja pada masa pergerakan nasional. Namun jauh sebelumnya para pemimpin di berbagai kerajaan se Nusantara sudah mencoba berjuang melawan penjajah. Walaupun hasilnya belum maksimal. Maklum saja, mereka masih berjuang secara kedaerahan dan belum adanya semangat persatuan dan kesatuan.
Berjarak tujuh belas tahun setelah Ikrar Sumpah Pemuda. Akhirnya Soekarno dan Muh Hatta dengan dukungan golongan pemuda serta didukung situasi dunia yang sedang bergejolah akibat kekalahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua. Maka dalam situasi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Dilaksanakanlah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kini setelah sembilan puluh lima tahun Ikrar Sumpah Pemuda diucapkan dan setelah tujuh puluh delapan tahun Indonesia Merdeka. Peringatan Sumpah Pemuda 2023 seolah tenggelam ditelan bumi. Hanya kepedulian dan kesadaran kaum pendidik di sekolah yang masih menggelorakan semangat Sumpah Pemuda dengan cara masing-masing.
Seperti yang pagi ini dilaksanakan di satuan pendidikan tempat pakde bertugas tetap melaksanakan upacara Sumpah Pemuda walaupun tidak ada surat edaran dan petunjuk dari pemerintah, khususnya dinas pendidikan. Kalau bukan kita yang melestarikan sejarah, terus siapa lagi? Jangan sekali-kali melupan sejarah! Begitu pesan dari Bapak Proklamator Republik Indonesia.
*
Terima kasih kepada Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Sofiawati, Bunda Zuyyinah, Opa Sunindio, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Khorirotus Sakdiyah, Mas Muhammad Sultan, Bunda Ernasari Fitriati, Mas Bambang Heru Istiyanto, Bunda Amel Yasin, Bunda Nanik Wijayanti, Bunda Siti Jamiatu Soliha dan Mas Rochadi Arif Purnawan yang sudah berkunjung dan berbagi kebaikan.
Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga tercinta bagi sahabat dengan lima hari kerja. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda bagi sahabat dengan enam hari kerja. Jangan lupa bahagia.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
