Tali Asih
#tantanganG365/1.394
Gubuk Indah, 19 Oktober 2023
***
Tali asih tidak ditemukan dalam Kamus besar bahasa Indonesia. Secara sederhana, tali asih dapat dartikan sebagai kumpulan iuran dari anggota untuk diberikan kepada anggota lain menjelang purna tugas atau alih tugas sebagai tanda kepedulian dan pengikat silaturahmi. Tali asih umumnya dierikan dalam bentuk barang. Baik Barang sederhana maupun barang mewah. Bergantung jumlah iuran yang terkumpul. Namun adakalanya tali asih juga diwujudkan bentuk uang tunai agar lebih luwes digunakan oleh penerimanya.
Berkenaan dengan berakhirnya pengawas sekolah membersamai sekolah binaan. Maka Rabu, 18 Oktober 2023 kemarin berlangsung acara monitoring dan evaluasi (monev) Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dilanjutkan dengan acara pisah sambut pengawas sekolah.
Acara pisah sambut berlangsung sangat sederhana. Bagaimana tidak sangat sederhana jika acaranya nebeng pada agenda lain yang lebih besar? Segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan monev sudah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang terkait. Utama para pendidik sebagai penerima Tunjangan Profesi Guru. Dari sekolah sendiri ada empat belas pendidik ditambah enam pendidik dari sekolah lain.
Alhamdulillah kegiatan monev yang dimulai 08.30 WIB berakhir sebelum waktu salat Dzuhur. Namun karena ada refleksi dari tim monev, maka acara baru berakhir saat memasuki waktu salat Dzuhur. Tidak ada temuan yang berarti. Dua puluh berkas guru penerima TPG dianggap memenuhi syarat dan layak untuk diajukan menerima TPG semester dua.
Selesai refleksi dari tim pengawas dilanjutkan dengan pisah sambut. Diawali kata pamitan dari pengawas sekolah lama. Dilanjutkan sambutan pengawas sekolah baru. Diakhiri dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepala sekolah mewakili keluarga besar sekolah dan dilanjutkan dengan selamat datang kepada pengawas baru.
Puncaknya berupa pemberian tali asih. Ada dua macam tali asih yang diberikan kepada pengawas lama. Satu tali asih dari guru dan karyawan sekolah dan satu tali asih lainnya dari sekolah. Kedua tali asih diberikan dalam bentuk barang. Karena kami sekolah kecil, tidak memungkinkan memberikan tali asih berupa uang yang jumlahnya tentu tidak seberapa besar.
Semoga dengan tali asih dapat mempererat tali silatuirahmi warga sekolah dengan pengawas lama walaupun sudah terpisah jarak dan tempat. Tali asih apapun bentuknya semoga bermanfaat dan dapat memperat persaudaraan yang sudah terbina.
*
Terima kasih kepada Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Zuyyinah, Bunda Rina Lisnaningsih, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Ernasari Fitriati, Mas Isak Isnain, Bunda Amel Yasin, Bunda Sofiawati, Mas Rochadi Arif Purnawan dan Bunda Nanik Wijayanti yang masih sempat berkunjung dan berbagi kebaikan.
Semoga kebahagiaan dan kedamaian senantiasa tercurah kepada sahabat bersama keluarga tercinta. Tetap semangat menebar virus literasi sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
