Sriyonospd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Hidup

Perjalanan Hidup

#tantanganG365/1.431

Gubuk Indah, 26 November 2023

***

Roda kehidupan terus berputar. Tak terasa saat ini usia pernikahan genap tiga puluh empat tahun. Tiada pesta tiada kado istimewa. Semua seperti biasa. Hanya kecupan kecil di kening saat bangun tidur menjadi kado kecil.

Banyak cerita dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Mulai dari masalah kecil hingga personal besar. Hanya dengan kesabaran dan doa kepada Allah. Alhamdulillah semua masalah bisa terselesaikan.

Satu bukti bahwa dalam berumah tangga tidak cukup bermodal cinta. Namun sangat diperlukan pengertian pasangan suami istri. Saling memahami kelebihan dan kekurangan pasangan. Insyaallah biduk rumah tangga selamat mengarungi ganasnya gelombang samudera.

Begitu juga dengan yang kami alami. Saat pengantin baru, semuanya terasa indah. Kata manis dan rayuan mesra terdengar sepanjang masa. Makan sepiring berdua terasa begitu nikmat walaupun hanya sayur bayam dan tempe goreng.

Kelahiran anak pertama menambah kebahagiaan keluarga. Canda tawa riang bergema sepanjang waktu. Kebahagiaan semakin sempurna setelah lahirnya anak kedua. Komplit sudah sebagai Aparatur Sipil Negara dengan dua anak. Perempuan dan laki-laki sama saja. Begitu semboyan BKKBN yang terkenal di era Orde Baru.

Jarak kelahiran enam tahun memberi waktu luang untuk merencanakan masa depan anak-anak. Saat sang kakak masuk sekolah dasar, Allah memberikan anak kedua. Saat sang kakak masuk sekolah menengah pertama, maka sang adik baru masuk sekolah dasar. Hingga akhirnya keduanya meraih sarjana.

Hari ini, anak-anak sudah dewasa dan memiliki keluarga. Tinggalah kami kembali berdua menikmati sisa usia anugerah Allah. Nikmat Allah yang mana lagi mesti kita dustakan wahai saudaraku?

Kesabaran dan saling pengertian merupakan kunci langgeng nya ikatan rumah tangga. Semua keluarga tentu punya masalah dengan kadar yang berbeda. Hanya dengan saling pengertian dan instropeksi diri membuat bahtera rumah tangga terus berlayar tak karam di tengah samudera.

Terima kasih istriku, ketulusan dan kesabaran mu sungguh luar biasa. Maafkan suamimu yang tidak mampu memberikan kebahagiaan seperti mereka. Semoga sisa waktu yang masih ada bisa menjadikan kita lebih dekat kepada Allah. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan masih bisa melihat indahnya dunia.

***

Terima kasih kepada Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Ernasari Fitriati, Bunda Siti Jamiatu Soliha, Bunda Nanik Wijayanti, Mas Rochadi Arif Purnawan dan Mas Trianto Ibnu Badar yang sudah berkunjung dan berbagi kebaikan.

Selamat menikmati libur bersama keluarga tercinta baik di rumah saja maupun di tempat wisata. Saatnya pakde undur diri untuk bersih-bersih halaman.

Salam sehat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post