Mendadak Reuni Bagian Dua Puluh Satu
#Gurusiana365/Hotel M1 Residence, 26 Desember 2023
***
Perjalanan menuju rumah sahabat putih biru awalnya mulus dan lancar. Bagaimana tidak lancar jika selepas halaman gubuk indah sudah melewati jalan cor beton? Jalan Profesor Dr Soeharso biasa di sebut jalan lingkar utara. Jalur satu arah dari Semarang menuju Solo. Di sisi selatan jalan tersebut satu diantaranya berdiri gubuk kami.
Hanya satu kilometer sudah memasuki kawasan Alun Alun Lor Boyolali. Dua kilometer berikutnya memasuki pintu tol Boyolali. Dengan kecepatan rata-rata delapan puluh kilometer perjam. Jarak Boyolali ke Pemalang lewat tol terasa begitu dekat.
Istri berada di samping kemudi bertindak sebagai pemandu jalan. Bukan karena sang sopir tidak mengetahui rute tujuan. Tapi karena sang sopir sering ngebut. Dengan kecepatan tinggi di atas seratus kilometer perjam. Jika sudah begitu maka sang istri memberi aba-aba untuk mengurangi kecepatan.
Padahal sebagai pengemudi yang baik, tidak saja harus punya Surat Ijin Mengemudi (SIM). Baik SIM A maupun SIM lain asal bukan SIM C! Mengingat SIM C hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua alias sepeda motor. Pengemudi yang baik tentu memahami dan mentaati peraturan lalu lintas dengan memperhatikan rambu lalu lintas dan marka jalan.
Padahal jika kita melaju di jalan tol sudah ada rambu lalu lintas yang terpasang. Pada area rawan kecelakaan biasanya batas tertinggi kecepatan di bawah delapan puluh kilometer perjam. Namun pada daerah yang aman justru batas minimal kecepatan delapan puluh kilometer perjam. Tidak jarang pengemudi kurang memperhatikan rambu lalu lintas yang ada.
Mereka pikir jalan tol merupakan tempat adu kecepatan. Sering kita jumpai kecelakaan yang terjadi di jalan tol hingga berakibat fatal karena pengemudi tidak mentaati rambu lalu lintas yang terpasang. Jika sudah begitu mereka biasanya berdalih mengantuk dan beragam alasan lain.
Nah jika ingin cepat dan selamat berkendara di jalan tol, kunci utama patuhi rambu lalu lintas dan perhatikan kondisi kendaraan. Karena kondisi kendaraan yang prima membuat perjalanan nyaman. Jika kondisi kendaraan tidak layak untuk melintas di jalan tol, jangan dipaksakan. Bahaya dan beresiko terjadi kecelakaan.
Setelah saling berkabar, akhirnya sahabat putih biru berkenan share lokasi sebagai titik penjemputan. Terkandung maksud agar kami tidak salah tujuan. Tempat yang dijanjikan akhirnya berhasil ditemukan dengan mudah atas bantuan google map. Rupanya sang sahabat membawa kendaraan jeep yang biasa melintas di jalan rusak dan area hutan maupun perkebunan.
Pakde justru membawa roda empat keluaran 2022. Mobil buatan Jepang yang murah meriah dan irit bahan bakar. Awalnya kami berjalan beriringan menuju rumah sahabat. Namun setelah memasuki gang sempit, mobil jeep bisa melaju tapi mobil kami terpaksa berhenti. Pak sopir turun untuk memastikan apakah kendaraannya bisa memasuki gang sempit itu.
Nah cerita selengkapnya tunggu tayangan berikutnya. Jangan lupa bahagia bersama keluarga tercinta baik di rumah saja maupun di tempat wisata.
*
Terima kasih kepada sahabat yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan. Tercatat ada komentar dan komentar dari Bunda Tri Haryani, Oma Fransiska Fajar Tri Hartini, Bunda Cicik Rahayu, Mas Rochadi Arif Purnawan, Mas Trianto Ibnu Badar dan Mas Burhani Abu Bakar Arsyad.
Selamat pagi selamat berbahagia.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
