5. Satir (2)
5. Satir (2)
Ayah
Masih teringat ketika engkau menggendongku
Menjadi tembok penghalang ketika aku butuh
Cintamu selalu tampak halus dan tidak kaku
Seperti bunga yang tidak pernah layu
//
Ayah
Engkau adalah obor kehidupan di masa depan
Kasih dan cinta mu tak pernah padam
Ayah, maafkan aku yang terkadang tak peduli melihat lelah mu
Atau lupa untuk sekadar bertanya kabarmu
//
Ayah
Bagiku engkau adalah pahlawan
Yang mengajarkanku arti tegar di tengah prahara yang membara
Saat ini izinkan doaku yang menyapamu dari kejauhan
Memohon pada Tuhan untuk menjagamu dalam ketentraman dan kesehatan
//
Jati, 310126
09.58
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan