30. Dan Gelap pun Sirna (2)
30. Dan Gelap pun Sirna (2)
Di hening malam yang pekat
Aku memintal bayangan kenangan
Menyeka air mata menjadi mutiara
Dan Langkah pun kian tertatih
//
Ku jalani hidup yang kian berat
Namun setiap hembusan nafas mengajariku
Bahwa derita masih memiliki kahangatan
Meski kadang menyakitkan
//
Hari-hari kelam, detik demi detik berlalu
Laksana mentari yang tenggelam di cakrawala biru
Yang menanti sinar baru
Dan membisikkan kata penuh haru
//
Hingga saat ini aku masih berdiri
Dan menapak di titian yang penuh duri
Namun dengan dada yang masih teriris
Derita itu kini tak lagi mengikis
//
Ia mampu menjadi cahaya yang menuntunku kembali
Menerangi jalanku yang kian sepi
Meski kepedihan pernah menggelayut di hati
Namun kebahagiaan lah yang memilih bersama saat ini
//
Jati, 090326
16.18
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan