ST. SHOBIBUL BAROKAH

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

1. Rel yang Membisu

Rel yang Membisu

Pagi itu rel tak berdusta,

Meraung besi menahan luka,

Di Bekasi, jam menunjuk angka kerja,

Namun kereta tak kunjung tiba.

Peluit panjang jadi jerit terakhir,

Gerbong bertaut lalu tercerai,

Kaca berhamburan seperti doa yang lepas,

Menggoyang harap yang tak kunjung tiba.

Nama-nama terlipat di kursi,

Bekal pagi tercecer di lantai,

Langkah yang biasa pulang nanti,

Kini hanya tinggal di berita.

Kembang tetap bermekaran sendiri,

Di sepanjang rel yang kini sepi,

Seakan mengerti indah tak harus abadi,

Saat perpisahan tak sempat diberi.

Bekasi, kau saksi bisu,

Tentang tawa yang mendadak kaku,

Tentang rumah yang menanti pintu,

Namun takdir lebih dulu menjemput waktu.

Semoga tenang di perhentian terakhir,

Untuk jiwa yang pulang tanpa pamit,

Dan bagi yang tinggal: tabah, sabar,

Merangkai rindu jadi doa yang pahit.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post