DIKEPUNG BANJIR
Minggu, 11 Januari 2026, saya bertelepon ria dengan keponakan di kampung kelahiran saya, Sidoharjo Pati. Keponakan menyampaikan bahwa Pati dilanda banjir, tapi tak sampai masuk rumah. Itu pun sudah ketiga kalinya banjir.
Hari ini, Jumat, 16 Januari 2026, keponakan saya yang lain mengabarkan jika banjir sudah yang keenam kalinya. Air banjirnya naik hingga ke jalanan. Astagfirullahaladzim.
Belakang rumah orang tua saya di Pati, ada aliran sungai ukuran sedang. Tiap tahun, setiap musim hujan Januari/Februari bisa dipastikan banjir. Saat itu, banjir hanya sebatas halaman belakang rumah dan tak sampai naik ke jalan depan rumah.
Banjir bandang pernah pula terjadi pada 2012. Saat lebaran, saya sekeluarga pulang kampung. Ketika memasuki jalan di kampung halaman, terlihat banyak banget gundukan tanah. Batin saya, itu tanah apa?
Sampai di rumah orang tua, tak sabar saya bertanya tentang banyaknya gundukan tanah di sepanjang jalan kampung. Ternyata beberapa bulan sebelumnya ada banjir lumpur gegara tanah longsor.
Penyebab banjir diakibatkan penebangan liar di wilayah Pegunungan Kendeng dan penyempitan sungai. Berita dari **(censored)**
Semoga banjir segera reda. Aamiin.
Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, 16 Januari 2026

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
