Sulastri Lastone Peot

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BERKAT DOA MBAH
Gambar: hasil karya pribadi

BERKAT DOA MBAH

Dulu waktu masih kecil, setiap lebaran, setelah sungkem Emak dan Bapak, saya dan teman-teman sebaya berkunjung ke rumah tetangga dan saudara. Kami sungkem.

Dari rumah sebelum berangkat, saya dikasih tahu kakak bacaan sungkem dalam bahasa Jawa krama inggil.

"Mbah, kula mriki ngaturaken sugeng riyadi. Bilih lepat kula nyuwun pangapunten. (Mbah, saya ke sini mengucapkan selamat idulfitri. Jika salah saya minta maaf)."

Balasan dari Mbah, "Ya, Nduk. Ing dina riyaya iki muga-muga dosa awake dewe dingapurani Gusti Allah. Tak dongakno muga-muga suk kowe dadi guru. (Ya, Nduk. Di hari lebaran ini semoga dosa kita dimaafkan Allah. Mbah doakan semoga kelak kamu jadi guru."

Padahal, sebelumnya Mbah nggak nanya cita-cita saya.

Alhamdulillah. Doa Mbah terkabulkan. Saya jadi guru. Matur nuwun doanya nggih, Mbah. Al Fatihah buat semua Mbah yang sudah mendoakan. Barakallah.

Gedanganak, 22 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post