OBAT CAPEK, YA MENGGAMBAR
Pekerjaan rasanya numpuk banget dan belum kelar. Chat pun hanya berhenti sesaat. Kepala kayak dipencet, tapi bukan karena pijatan 😅😅
Aku duduk di lantai beralaskan bantal khusus buat duduk. Kubuka tas, nggak nemu makanan, tapi nemu tempat alat tulis. Di dalamnya tersimpan sahabat bolpen yaitu pensil nomor 5B.
Kuambil buku gambar yang selalu berada di tas ranselku. Aku mulai menggambar.
Tanganku jalan sendiri. Gambar mata, itu yang kusuka. Nggak ada target harus bagus. Penting jemariku bisa nyantai.
Anehnya, makin lama aku gambar, jiwaku semakin tenang. Jenuh yang tadi ngumpul di kepala, kayak pindah ke ujung pensil. Capek badan masih ada, tapi capek di hati pelan-pelan luntur.
Menggambar nggak nyelesain masalah. Tapi ngasih jeda. Jeda buat bilang ke diri sendiri.
“Istirahat dulu brow. Dunia boleh ribut, tapi kertas ini sahabat sejatimu, yang setia ndengerin curhatmu.”
Selesai menggambar, hasilnya nggak sempurna. Tapi hatiku lebih ringan dari sebelumnya.
Salam cinta dan sayang buatmu. Kaulah sahabat terbaikku, pensil 5B dan kertas gambarku.
Gedanganak, 3 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
