Sulastri Lastone Peot

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TARI METHIK LOMBOK, BUKTI ANAK TK BISA BELAJAR SAMBIL BERMAIN
Gambar: Dokumen pribadi

TARI METHIK LOMBOK, BUKTI ANAK TK BISA BELAJAR SAMBIL BERMAIN

TARI METHIK LOMBOK,

BUKTI ANAK TK BISA BELAJAR SAMBIL BERMAIN

Oleh: Sulastri

TK Bandarjo II Kabupaten Semarang

PENDAHULUAN

Kegiatan pembelajaran di lembaga Taman Kanak-kanak (TK) tak pernah lepas dari gerak. Baik gerak yang teratur maupun tidak teratur. Gerak lokomotor (bergerak dengan berpindah tempat contohnya berlari atau melompat), maupun non lokomotor (bergerak tanpa berpindah tempat misalnya mengayun, atau on the spot/gerakan di tempat). Gerakan yang bisa dilakukan dalam kelas atau di luar kelas, di antaranya gerak senam, gerak dan lagu, dan gerak tari.

Sungguh pemandangan yang sangat menyenangkan, apabila menyaksikan anak-anak mampu melakukan gerakan, apalagi gerakan yang teratur yaitu gerakan tari. Baik gerakan tari yang diciptakan oleh guru, maupun gerakan tari yang dilakukan spontanitas dari anak-anak ketika mereka mendengar musik.

Kelincahan anak-anak dalam melakukan gerakan tari merupakan wujud dari rasa bahagia mereka. Apalagi didukung ekspresi ceria yang terpancar dari raut wajah anak-anak. Secara lahiriah mereka sehat. Secara batiniah mereka bahagia.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, guru diharapkan mampu memberikan contoh berupa tarian. Baik tarian yang sudah jadi maupun tarian hasil ciptaan atau karya sendiri.

Sesuatu yang dapat terlihat secara kasat mata, dapatlah dipelajari. Begitu pula dalam hal mencipta sebuah tarian tetap dapat dilakukan guru karena teknik penciptaannya dapat diperoleh dari membaca, menyaksikan video/youtube, ataupun praktik langsung ketika mengikuti workshop tentang mencipta tarian.

Mencipta tari butuh ide, butuh musik yang pas, dan butuh gerakan yang mudah ditiru anak usia dini. Kalau terlalu sulit, anak justru cepat bosan, bahkan anak akan tertekan.

Tarian yang disampaikan juga harus sesuai ukuran anak usia dini. Gerakannya pun juga harus mudah ditiru, diingat, serta dihafalkan oleh anak-anak. Tarian yang mudah ditiru, akan makin menambah keceriaan anak-anak dalam melakukan gerakan. Mereka akan melakukan gerakan tari dengan santai dan seakan berasa tanpa ada beban.

Selain gerakan tari yang mudah ditirukan, musik yang digunakan untuk mengiringi gerakan juga harus sesuai dengan anak usia dini. Musik dapat berupa lagu anak-anak yang sedang populer, atau menggunakan lagu daerah. Musik yang diputar juga diusahakan mampu memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran, serta disesuaikan dengan tema pembelajaran yang tengah berlangsung.

Zaman sekarang, anak tidak cukup hanya pintar menghafal. Anak perlu paham makna, punya karakter, dan bahagia saat belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan pembelajaran sekolah menerapkan Pembelajaran Mendalam. yang mengajak anak mengalami, merasakan, dan merefleksikan.

Pembelajaran Mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Pembelajaran Mendalam di PAUD adalah pendekatan pembelajaran yang di antaranya:

1. Berpusat pada anak. Maksudnya guru sebagai fasilitator dan anak aktif bereksplorasi.

2. Kontekstual. Guru menggunakan bahan dan tema yang ada di lingkungan sekitar anak.

3. Holistik. Guru mengembangkan enam aspek perkembangan secara terintegrasi.

4. Berbasis Proyek. Ada aksi nyata sebagai hasil belajar.

5. Reflektif. Ada waktu untuk anak dan guru merefleksi proses belajar.

Adapun kerangka kerja Pembelajaran Mendalam terdiri atas empat komponen, yaitu (1) Dimensi profil lulusan, (2) Prinsip pembelajaran, (3) Pengalaman belajar, dan (4) Kerangka pembelajaran.

Sedangkan profil lulusan terdiri atas delapan dimensi, yaitu (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi. Dimensi profil lulusan merupakan kompetensi utuh yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pendidikan.

Prinsip Pembelajaran Mendalam, sesuai Kemendikdasmen & Kurikulum Merdeka bisa diterapkan di TK. Intinya, anak tidak hanya tahu, tapi juga paham, merasakan, dan melakukan.

Ada tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam menurut Kemendikdasmen, yaitu:

1. Berkesadaran/Mindful

Anak hadir sepenuhnya saat belajar. Fokus, sadar diri, dan sadar lingkungan. Guru mengajak anak tenang dulu sebelum mulai. bukan asal Gerak. Tujuannya untuk melatih fokus, empati, dan regulasi emosi

2. Bermakna/Meaningful

Pembelajaran nyambung dengan kehidupan anak, nilai, dan budaya. Ciri pembelajaran yang disampaikan yaitu materi dekat dengan anak, dekat rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar. Benda/barang/sesuatu yang disampaikan kea anak-anak dapat terlihat/terpegang secara nyata, bukan hanya melihat gambar. Hal ini akan membuat anak paham sehingga muncul rasa ingin tahu.

3. Menggembirakan/Joyful

Anak senang, aman, dan tidak tertekan saat belajar. Ciri kegiatannya yaitu belajar lewat bermain, lagu, gerak, dan eksplorasi. Contohnya mengenal huruf melalui berburu huruf di halaman, bukan disuruh nulis berulangkali. Adapun tujuannya otak anak lebih mudah menyerap karena ada rasa senang.

Ketiga prinsip ini kemudian dijabarkan dalam enam langkah Pembelajaran Mendalam, yaitu Koneksi, Eksplorasi, Pengalaman Belajar, Refleksi, Aksi Nyata, dan Umpan Balik. Adapun contoh yang diambil dalam kegiatan Pembelajaran Mendalam adalah Tari Methik Lombok.

Tari Methik Lombok telah dipraktikkan oleh anak-anak TK Bandarjo II. Secara utuh anak hadir dan sadar akan kegiatan yang akan dilakukan bersama-sama.

Saat menari anak tidak sedang bermain, melainkan fokus ke gerakan memetik. Termasuk pula di dalamnya ekspresi wajah. Peran penting berikutnya yaitu fokus pada musik yang mengiringi, sehingga gerakan yang dilakukan dapat dirasakan.

Ada nilai karakter yang diperoleh yaitu menghargai jerih payah orang tua atau petani. Adapula keterampilan hidup yaitu mengenal urutan tanam, rawat, dan panen.

PEMBAHASAN

Langkah-langkah sesuai siklus pembelajaran mendalam, yaitu:

1. Membangun Koneksi (Siapa yang pernah ke sawah)

Ketika Guru bertanya kepada anak-anak tentang siapa yang pernah melihat atau memegang lombok. Pertanyaan yang membuat anak langsung connect. Pertanyaan yang memantik imajinasi anak tentang wujud lombok dari segi warna, tekstur, bentuk, rasa, bau, dan bagaimana memperolehnya. Apalagi ketika Guru memperlihatkan kepada anak-anak wujud lombok, yang menjadi target pembahasan. Anak menjawab dan bercerita seputar lombok. Anak menjawab ada yang pernah memegang lombok hingga membuat kulit jari-jarinya terasa panas. Bercerita tentang ibunya yang berjualan lombok, bahkan ada yang menceritakan ketika mencoba rasa lombok hingga membuat lidah dan bibirnya kepedasan.

Guru mengajak anak bertanya jawab tentang lombok dengan pertanyaan terbuka dan tertutup. Tentang siapa yang menciptakan, siapa yang menanam, bagaimana cara menanamnya, lalu bagaimana lombok bisa tumbuh, hingga kemudian cara memetiknya.

2. Eksplorasi (Bagaimana cara memetik lombok yang benar)

Guru mengajak anak untuk menyaksikan/melihat video/gambar orang metik lombok di sawah. Guru menyampaikan gerakan memetik lombok dengan benar. Supaya lombok yang dipetik tidak tercecer, guru memberi pertanyaan terbuka kepada anak-anak yaitu bagaimana caranya agar lombok yang dipetik tidak tercecer dan bentuknya tidak rusak.

Jawaban beragam dan unik dari anak-anak, di antaranya dengan memetik lombok pelan-pelan atau hati-hati. Adapula yang menjawab dengan terlebih dulu mengambil bakul, lomboknya dipetik, lalu dimasukkan ke bakul.

Sambil berdiskusi, guru memperagakan gerakan dasar yaitu jongkok, petik, lalu memasukkan ke bakul. Ketika anak-anak beraksi dengan gerakan memetik lombok, guru mengiringi gerakan anak-anak dengan memutar lagu daerah Jawa Tengah yaitu Gugur Gunung. Irama musiknya yang ceria dan familiar di telinga anak.

3. Pengalaman Belajar (Ayo menjadi petani cilik)

Hasil pengamatan terhadap anak-anak menunjukkan antusiasme dalam meniru gerakan memetik lombok. Inilah bagian yang paling seru. Anak-anak membawa property sederhana yaitu bakul yang terbuat dari bahan plastic. Ditambah dengan suara musik lagu gugur Gunung yang mengalun merdu. Bersama-sama guru, anak-anak mempraktikkan gerakan memetik lombok dan memasukkannya ke dalam bakul. Kelas pun berubah menjadi sawah mini.

Di tahap ini, semua aspek perkembangan anak aktif. Segi motorik yaitu guru mengajak anak untuk melakukan gerakan yang melatih ototnya, koordinasi tangan memetik lombok dan berjalan. Segi bahasa yaitu anak menyebut lombok, bakul, dan sawah. Segi kognitif yaitu anak memahami urutan tanam, rawat, panen. Segi sosial yaitu anak belajar antre dan menjalin kerja sama.

4. Refleksi

Setelah melakukan gerakan, guru mengajak anak-anak duduk melingkar untuk merefleksi diri. Hasil refleksi, usai melakukan gerakan memetik lombok anak-anak merasa capek. Namun, mereka juga bahagia karena terlibat langsung bisa menari dengan melakukan gerakan memetik lombok, yang diiringi musik.

Ketika guru mengajak berbincang-bincang, anak-anak mulai menunjukkan rasa empatinya. Anak mulai menghargai jerik payah orang tua ketika bekerja, dalam hal ini sebagai petani lombok.

5. Aksi Nyata (Pentas dan tampil dalam perlombaan)

Hasil gerakan Tari Methik Lombok beragam dan semua berhak tampil. Ada yang sangat pemberani dan ekspresif, gerakan sesuai dengan irama yang didengar, sehingga hasilnya sangat mengagumkan. Ada yang sedang-sedang saja. Semua anak memperoleh apresiasi karena sudah berani tampil di hadapan teman-temannya. Anak-anak yang melakukan gerakan Tari Methik Lombok, tak hanya berhenti di kelas. Anak yang memiliki nilai lebih, serta mampu melakukan gerakan paling bagus diseleksi guru untuk mengikuti lomba tari kreasi baru. Jumlah peserta lomba yang dibatasi membuat guru harus melakukan seleksi, hingga terpilih anak-anak yang siap mengikuti perlombaan. Lomba yang diikuti dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Hasil dari perlombaan yang diikuti semua memperoleh juara Pertama.

6. Umpan Balik (Guru memuji proses, bukan hasil)

Guru tidak hanya menilai hasil akhir, melainkan juga menilai proses. Tidak ada kata salah saat anak salah atau kurang pas ketika melakukan gerakan. Apresiasi terhadap anak-anak dengan mengatakan bahwa gerak methik lomboknya sudah seperti petani sungguhan, membuat jiwa anak-anak nyaman karena merasa dihargai. Apresiasi positif dari guru itulah yang sangat diharapkan anak-anak. Anak-anak akan bangga dengan kemampuan yang miliki serta bersaing sehat, sehingga ingin mengulanginya kembali.

Dampak nyata ke anak dan bukti keberhasilan yang diperoleh yaitu

1. Aspek Kognitif. Anak hafal nama-nama alat pertanian. Mereka juga paham dari mana lombok yang ada di dapur atau meja makan.

2. Aspek Sosial-Emosional. Dalam diri anak muncul rasa empati. Muncul rasa untuk berterima kasih kepada ibu/petani karena sudah menanam, memelihara, serta memetik lombok untuk anak-anaknya.

3. Aspek Motorik. Koordinasi gerak tangan dan kaki makin bagus. Keseimbangan saat berjalan semakin terlatih.

4. Aspek Bahasa. Kosakata anak semakin bertambah. Mereka berani mengungkapkan pengalamannya melalui cerita tentang kegiatan menari.

5. Profil Pelajar Pancasila. Muncul dimensi Gotong Royong ketika panen telah tiba, serta kreativitas saat berekspresi dalam gerak an membuat gerakan.

PENUTUP

Tari Methik Lombok adalah praktik baik pembelajaran mendalam di TK Bandarjo II karena mengintegrasikan budaya lokal, karakter, dan keterampilan dalam satu kegiatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui tari ini anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar menghargai profesi petani dan melestarikan kearifan lokal. Anak juga belajar tentang kehidupan, kerja keras, budaya, dan rasa syukur.

Saat anak belajar bertani lewat Tari Methik Lombok. Di situ anak belajar motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan cinta budaya sekaligus. Inilah bekal anak untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post