Sulastri Lastone Peot

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
LIMA JAGOANWATI
Gambara: Dokumen pribadi

LIMA JAGOANWATI

Kami menjuluki diri kami sendiri sebagai Lima Jagoanwati. Bukan karena punya jurus silat, melainkan karena jurus kata-kata. Jurus untuk menaklukkan rasa malas menulis teman-teman.

Peribahasa Jawa: wong legan golek momongan. Artinya orang yang sudah tenang atau tidak punya beban, tetapi malah sengaja mencari-cari masalah atau kesusahan.

Peribahasa tersebut sngat berlaku buat kami yang terdiri dari Mbak Larasati, Mbak Wiwin, Mbak Yunik, Mbak Widati, dan Lastri. Profesi kami bukan pengacara atau pengangguran banyak acara. Kami orang-orang sok sibuk yang suka mencari kesibukan. Kesibukan yang tidak ada hubungannya dengan profesi utama kami.

Di tengah kesibukan masing-masing, kami yang tergabung dalam Ikatan Pendidik Penulis (IPP) Jawa Tengah, kompak punya satu misi yaitu mengajak teman-teman untuk menulis.

Berhubung Lima Jagoanwati barusan launching, kenalan yuk!

1. LARASATI "Si Perangkai Kata"

Kalau ada yang bilang "aku nggak bisa nulis", Larasati yang maju pertama. Jurus andalannya, dengan senyuman khas, ia bilang: "Nulis itu kayak masak. Bumbunya pengalaman, apinya semangat. Yuk kita masak bareng."

2. YUNIK "Si Penyemangat Kelas/sejenis debt collector"

Yunik ini energinya kayak kereta ekspres. Masuk grup WA, langsung: "Teman-teman, deadline antologi tinggal tujuh hari! Yang belum setor, aku temenin nulis malam ini ya!"

3. WIWIN "Si Tukang Ide"

Otak Wiwin isinya ide terus. Lagi arisan bisa kepikiran tema, lagi naik kereta bisa kepikiran judul. "Gimana kalau kita bikin buku tema Perjalanan Naik Kereta Api? Biar semua punya cerita!"

4. WIDATI "Si Penghubung"*

Widati ini jago ngumpulin orang. Hari ini ke sekolah A, besok ke sekolah B, lusa zoom sama guru luar kota. "Bu, gabung IPP yuk. Di sini kita belajar nulis sambil berteman." Berkat Widati, banyak yang tadinya minder jadi percaya diri.

5. LASTRI ”Si Tukang Poles”

Kalau wajah teman-teman masih berantakan, Lastri siap merapikan dengan sabar. Dikasih coretan merah, dikasih contoh, sampai cantik hingga enak dibaca. Lho! Wajah kok enak dibaca. Hehehe ....

Jurusnya: "Nggak apa-apa jelek dulu. Yang penting mulai. Nanti kita poles bareng-bareng ya."

Aksi nyata Lima Jagoanwati yang barusan launching, sudah menghasilkan buku antologi berjudul The Writing on the Train. Kami masih menunggu berita perjalanan buku yang baru kemarin kami kirim ke penerbit. Salam Literasi.

Semarang, 5 Agustus 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post