Kemarin, Lima Tahun yang Lalu Kau Pamit
Menulis hari ke-51 (2203)
Ayah, tak terasa sudah lima tahun yang lalu
Kau pergi meninggalkan kami semua
Umak, aku, dan adik-adik
Sekarang merasa kosong karena kau telah pergi
Pergi dan takkan kembali lagi
Ayah, rasanya baru kemarin kita bersama
Rasanya engksu masih berada di sampinh kami
Satu Romadon saat kepergiaanmu
Menyisakan duka yang mendalam
Yang sulit dicari obatnya
Ayah, kami selalu berdoa
Agar Allah mengampuni dosa-dosamu
Agar Allah menerima segala amal kebaikanmu
Agar Allah menempatkanmu di yempat terbaik
Di surga-Nya Allah bersama.orang-orang pilihan. Aamiin
//
Salam Rindu untuk Ayah
Sijuk, 20 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
