Ternyata Kamis
Menulis hari ke-38 (2189)
/
Seperti biasa setiap bulan Bu Imah sudah hapal pos-pos yang harus dikirim. Bu Imah terlalu bersemangat untuk mengirim ke pos-pos tersebut. Saking semangatnya Bu Imah tidak tahu ternyata hari itu baru Kamis bukan hari Jumat dalam pikiran Bu Imah. Bu Imah selalu mendahulukan mengirim orang tua, lalu anak-anak yang masih kuliah di luar daerah, baru pos-pos lainnya.
Hari itu Bu Imah dengan semangat mengirimkan sedikit rezeki kepada media sosial yang bergerak di bidang pendidikan yaitu untuk membantu santri yang menghapal Alquran. Tanpa pikir panjang lagi Bu Imah lalu mengirim ke admin media sosial yang mengurusi masalah bantuan untuk para santri duafa dan penghapal Alquran.
Setelah mengirim ke media sosial tersebut baru tersadar Bu Imah. "OOO ternyata hari ini hari Kamis bukan hari Jumat seperti yang Bu Imah rasakan." Dengan nada agak lesu Bu Imah bergumam dalam hati biarlah sudah terlanjur dikirim, insyaallah Allah akan tetap memberikan keberkahan kepada keluarga Bu Imah. Bu Imah selalu mengirimkan donasi ke admin media sosial yang mengurusi masalah pendidikan untuk santri penghapal Alquran di hari Jumat karena Bu Imah berpendapat jika seseorang berdonasi di hari Jumat maka Allah akan memberikan keberkahan yang bertubi-tubi kepada keluarga. Insyaallah Allah rida, pikir Bu Imah dalam hati.
//
Salam Semangat Berbagi
Tandan, 7 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
