Bunga Merona
Menulis hari ke-209 (2350)
/
Bunga merekah pesona alam
Bertajuk gemilang suara bahasa
Tertata rapi mahligai asmara
Dalam derap hati sekira renjana
Namun waktu tak perlu membisu
/
Rindu buaian tepian nurani
Mengeja silau bertahta serentak
Merengkuh asa di ujung dermaga
Rencana gemilang terurai mahkota
Sejenak tepakur tuk instropeksi diri
/
Merekah senja di tepian hati
Seiring rentak nyanyian menggema
Seindah rona rindu menggema
Akankah hati berurai nestapa
Di lubuk hati bunga merona
//
Salam merona
Tandan, 18 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
