Guru Idola
Hari ini, tanggal 1 Juli 2026, menjadi sebuah momen yang sama sekali tidak pernah saya duga. Suasana pagi di Lapangan Atletik KONI Surabaya awalnya berjalan seperti biasa. Riuh rendah suara murid-murid yang saya dampingi dalam kegiatan O2SN Tingkat Provinsi Jatim memenuhi area lapangan. Namun, di tengah hiruk-pikuk jadwal mendampingi mereka, takdir mempertemukan saya dengan sosok yang amat saya hormati dan kagumi: KHRP A. Mujahid Ansori.
Pertemuan itu murni sebuah ketidaksengajaan yang berbuah kejutan luar biasa.
Rasa kangen yang selama ini terpendam seketika terobati saat melihat wajah teduh beliau.
Beliau bercerita bahwa kehadirannya di sekitar area KONI pagi ini adalah untuk memanfaatkan waktu luang. Saat ini, beliau sedang mengantar sang istri untuk berobat dan kontrol kesehatan di Rumah Sakit Haji Surabaya. Daripada jenuh menunggu lama di rumah sakit, beliau memilih untuk berjalan kaki memutari area Lapangan Atletik KONI Surabaya, sebuah rutinitas fisik yang ternyata biasa beliau lakoni setiap akhir pekan, pada hari Sabtu dan Minggu. Siapa sangka, di salah satu putaran langkahnya, beliau justru berpapasan dengan saya.
Bagi saya, Kiai Mujahid Anshori bukan sekadar guru biasa. Beliau adalah mentor luar biasa yang membentuk banyak sudut pandang dalam hidup saya sejak masa kecil. Bahkan, ketika saya menempuh pendidikan di Surabaya, beliau tetap setia menjadi kompas pelindung dan pembimbing.
Kedekatan kami terasa begitu hangat karena beliau adalah sosok dengan paket lengkap:
Kedalaman ilmu agamanya selalu menjadi penyejuk dan penuntun yang tepercaya.
Kepemimpinannya yang tak perlu diragukan lagi, selalu rapi dan visioner. Serta
beliau memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca, memahami, serta menganalisis kondisi sosio kultural masyarakat.
Di sela-sela obrolan hangat kami yang singkat namun berkesan, sang Kiai menyelipkan wejangan yang sangat kontekstual. Beliau menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan fisik di tengah padatnya aktivitas yang menguras tenaga.
"Kadang asupan makanan kita di luar kontrol. Maka, untuk mengimbangi semua itu, ya harus dengan olahraga ini," tutur beliau mantap.
Melihat beliau yang tetap bugar dan disiplin menjaga tubuh di usia dan kesibukannya, saya merasa tertampar sekaligus termotivasi. Olahraga bukan lagi sekadar hobi bagi beliau, melainkan cara menjaga amanah berupa fisik yang sehat agar bisa terus menebar manfaat.
Pertemuan tak sengaja di tepi lapangan atletik hari ini ditutup dengan jabat tangan erat dan senyum hangat yang melekat di ingatan.
Tetap sehat, Kiai. Kiai Mujahid Anshori. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, perlindungan, dan berkah-Nya kepada panjenengan. Amin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
