Kue Bolu di Malam Tahun Baru ( Part-2 )
Kamis, 28 Januari 2021
#2
***
Kue bolu sudah tertata manis di meja makan. Mama Rina juga masih sibuk di dapur mempersiapkan makan malam. Nindy yang dari tadi tidak berhenti membantu mamanya begitu semangat membersihkan piring dan mangkok yang diambilnya dari rak. Malam tahun baru nanti harus luar biasa karena kedatangan tamu agung, pemuda yang paling tampan di kampus biru itu.
Papa Nando terlihat pulang dari kantor dan membawa bungkusan. Diberikannya pada Nindy dan meminta untuk segera membukanya.
“Apa tuh pah?” tanya Nindy girang.
“Buka saja nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab beliau tenang.
Gadis manis itu segera membuka dan dengan girang ia berteriak kencang sekali. Bungkusan tadi ternyata berisi anggur kesukaannya. Seger ia memeluk papanya dan mengucapkan terima kasih karena telah dibelikan buah favoritnya.
Hari menjelang malam dan keluarga Nindy sudah siap untuk menyambut malam tahun baru. Semua sudah disiapkan di depan rumah. Bak pesta kebun, semua sudah tertata rapi. Sengaja mereka lakukan di luar karena ingin merasakan juga suasana depan rumah ditemani semilir angin malam.
Terlihat sepeda motor berhenti di depan rumah Nindy. Dibuka helm kaca dan tampaklah tamu yang sedang ditunggu-tunggu oleh gadis manis itu. segera pemuda itu bergabung bersama mereka.
“Akhirnya kamu datang juga, saya kira kamu tadi becanda?” tanya Nindy.
“Pastiah datang, kan aku sendiri yang bilang mau main ke rumahmu,” jawab Doni.
Segera pemuda itu mendekat ke arah papa dan mamanya Nindy. Dengan tanpa malu-malu dan wajah penuh arti, ia berkenalan dengan mereka.
“Perkenalkan saya Doni, Om Tante,” kata pemuda itu.
“Jadi ini yang dari tadi ditunggu-tunggu Nindy?” kata Papa Nando sambil melirik putri semata wayangnya yang terlihat malu-malu.
“Ganteng juga ternyata,” tambah Mamah Rina.
Papa dan mama mengajak pemuda itu bergabung bersama. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Mereka makan malam sambil menikmati udara malam di depan rumah Nindy. Sesekali tertawa karena ada cerita manis yang mengiringinya.
Doni tampak berdiri di dekat ayunan depan rumah Nindy. Gadis itu mendekati dan membawakan kue bolu yang dari tadi sudah dipersiapkan untuk pemuda itu.
“Don, aku buatin sesuatu buat kamu,” kata Nindy sambil membawa sepiring kue bolu yang harum sekali.
“Yakin ini kamu yang buat? Memangnya kamu bisa masak?” tanya Doni menggoda gadis itu.
“Bisa dong, buktinya kue ini jadi dan rasanya pasti manis dan enak,” jawab Nindy lagi.
“Bolehkah aku cicipi? Sepertinya enak sekali,” kata Doni lagi.
“Boleh, ini khusus buat kamu lho,” kata Nindy.
Gadis itu mengambil pisau dan mencoba mengambilkan kue bolu untuk Doni. Diberikannya pada pemuda itu dan segera mencicipinya.
“Kuenya enak banget, ternyata kamu pandai memasak juga ya?” kata Doni.
“Beneran? Jangan-jangan rasanya tidak enak dan kamu hanya ingin menghiburku supaya tidak kecewa,” kata Nindy.
“Beneran enak kok, nanti aku mau lagi,” kata Doni.
“Terima kasih ya Don?” katanya sambil tersenyum dan mengambilkan minum untuk pemuda tampan itu.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Pertanda sebentar lagi malam pergantian tahun datang. Ditariknya Nindy untuk dekat dengan Doni. Mereka duduk di rerumputan sambil menikmati bintang dan suasana langit yang cerah.
Nindy memegang bolu itu dan sambil mengunyahnya. Ia duduk dekat dengan Doni yang juga masih menikmati kue buatannya itu. Dari kejauhan tampak Papa Nando dan Mama Rina memperhatikan keduanya. Dibiarkannya mereka bersama karena memang malam itu yang ditunggu-tunggu oleh putri semata wayangnya itu.
“Nin, bolehkan aku bertanya sesuatu sama kamu?” kata Doni yang membuat Nindy menghentikan makannya.
“Iya, memangnya ada apa? Sepertinya serius banget, jadi takut dengernya,” kata Nindy kemudian.
“Maukah kamu menjadi pacarku?” tanya Doni dan membuat gadis itu tersedak.
Segera diambilkan segelas air putih untuk gadis yang disayanginya itu. diberikan dan meminta untuk segera meminumnya. Nindy menghabiskannya dan mukanya jadi merah padam. Mungkin tidak begitu jelas karena malam hari. Ia kaget dengan apa yang ditanyakan pemuda itu.
“Bisa kamu ulang?” tanya Nindy.
Doni memegang jemari tangan gadis itu dan mengatakannya lagi.
“Maukah kamu menjadi pacarku?” kata Doni.
“Apa aku tidak salah dengar? Kamu yakin?” tanya gadis itu.
Pemuda itu mengangguk dan membuat gadis itu tersenyum manis sekali. Memang ini yang sebenarnya ditunggu-tunggu. Ia sudah lama naksir dengan Doni dan ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Dari kejauhan tampak suara kembang api bersahut-sahutan, pertanda malam pergantian tahun telah datang. Nindy mengangguk perlahan dan mengatakan sesuatu yang membuat pemuda itu girang bukan kepalang.
“Aku mau jadi pacarmu.” kata Nindy dan mereka sama-sama tersenyum.
Malam tahun menjadi saksi cinta keduanya. Kue bolu yang dibuat penuh cinta mampu mengikat rasa kasihnya pada pemuda pujaannya itu. tampak dari kejauhan terdengar ucapan dari orang yang menyayangi mereka.
“Selamat tahun baru dan selamat untuk kalian berdua ya?” kata Papa Nando dan Mama Rina.
“Terima kasih untuk papa dan mama, Nindy sayang semuanya.” Kata gadis itu sambil berteriak senang.
Dilihatnya kue bolu yang masih tersisa sedikit. Diwajahnya terlihat senyum yang mengembang. Ia akan menjaga kepercayaan yang diberikan kedua orang tuanya. Gadis itu juga berjanji akan menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang baik. Rasa cintanya pada Doni membuat ia semakin semangat dalam belajar dan menjalani hidup.
***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
