Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mencari Cinta Untukmu (Part-1)

Mencari Cinta Untukmu (Part-1)

Selasa, 5 Januari 2020

Memasuki tantangan gurusiana 365 hari ke-344

Baru kangen dengan cerpen.

***

Mencari Cinta Untukmu

By. Tatik

Wajah Lina pucat pasi dan lesu keluar dari ruangan itu. Ia tidak mau kabar itu sampai ke telinga kekasihnya. Berita yang baru saja ia dengar membuat sendi-sendi di lututnya menjadi lemas. Gadis itu berusaha tersenyum riang dan menghampiri Rendi yang sedang duduk sendiri menunggunya.

“Apa kata dokter, Lin?” tanya Rendi ketika gadis itu menghampirinya.

“Kata dokter aku hanya sakit perut biasa, diminta makan yang teratur,” jawab Lina sambil tersenyum penuh arti.

“Betul kan kataku tadi, kamu sering telat makan jadi seperti ini,” kata Rendi kemudian.

“Mulai sekarang aku janji akan rajin dan tidak telat makan lagi.” Jawab Lina sambil menggandeng kekasihnya itu keluar dari klinik itu.

Mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu dari klinik tersebut. Dalam perjalanan gadis itu hanya diam dan berusaha memejamkan mata. Cowok yang disampingnya melihat sambil tersenyum dan membiarkan gadis itu tidur. Ia berpikir pasti gadisnya itu lelah dan butuh istirahat.

Sesampainya di halaman rumah Lina, cowok itu segera membuka pintu dan melihat gadis itu tertidur pulas. Ia merasa kasihan dan tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya, ia menggendong gadis itu sampai ke dalam rumah. Setelah pamit dengan kedua orang tua Lina, cowok itu segera pulang.

Keesokan harinya, Lina bangun dari tidurnya dan segera mandi. Ia siap-siap hendak pergi ke kampus. Di depan dilihatnya Rendi telah siap menjemputnya. Tiba-tiba perutnya sakit. Ia duduk sebentar dan minum obat. Setelah sakitnya hilang ia segera keluar kamar dan menemui kekasihnya itu.

“Sudah lama ya?” tanya Lina sambil tersenyum manis.

“Baru datang kok, wajah kamu kok agak pucat, kamu masih sakit?” tanya Rendi sambil memperhatikan wajah kekasihnya itu.

“Tidak apa-apa kok, sengaja hari ini aku tidak pakai bedak, baru malas. Kita berangkat yuk!” ajak Lina.

Rendi mengikuti ajakan Lina. Setelah berpamitan mereka segera berangkat ke kampus. Pagi itu kelihatan ramai sekali di depan ruang kelas Lina. Ternyata ada anak baru. Gadis cantik pindahan dari kampus lain.

“Siapa namamu?” tanya Lina pada gadis itu.

“Aku Rini, kamu sendiri siapa namanya?” tanya gadis itu.

“Aku Lina, kita berteman ya?” ajak Rini sambil mengulurkan tangannya.

“Baiklah, mulai sekarang kita berteman.” Kata Lina sambil menerima uluran tangan Rini.

Lina terdiam di sudut kantin kampus. Sepertinya ada sesuatu yang dipikirkannya. Tanpa sadar air mata itu jatuh membasahi pipinya.

( Bersambung )

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post