Bapak, Sepeda Tua Saksi Perjuanganmu
Selasa, 9 Februari 2021
TAGUR-14 (365)
#LombaBulanFebruari2021
***
Bapak, Sepeda Tua Saksi Perjuanganmu
Oleh : Sutarti, S.Pd.SD
Kring ... Kring ... Kring
Kudengar sesuatu yang tidak asing di telinga ini. Tanda bahwa bapak sudah pulang dari tempat mengadu nasib. Suara yang setiap hari hadir dan mewarnai kehidupan kami kala itu. Segera ku berlari dan membukakan pintu untuknya. Kucium tangannya, terasa kasar, dingin, namun penuh kelembutan. Dari jemari itulah ia berjuang setiap hari.
Di mataku, bapak adalah sosok yang begitu sempurna. Berjuang sekuat tenaga demi mencukupi kebutuhan hidup. Tak kenal lelah mencucurkan keringat dan mengorbankan tubuh rapuhnya. Panas dan hujan tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari nafkah. Semua demi mencarikan sesuap nasi untuk kami.
Sang fajar datang, terdengar suara azan subuh dari masjid seberang. Suara yang membuat kami menggeliat dan segera menunaikan salat. Beberapa menit kemudian, bapak menghampiri sepeda tuanya. Mengeceknya kemudian meletakkan barang dagangannya di sana. Sandal dan sepatu sudah tertata manis. Pagi ini, ia siap berjuang mengais rejeki.
Tiba-tiba terdengar dari luar petir menggelegar. Sejenak bapak terdiam. Kupandangi wajah tuanya, tetap semangat apapun keadaannya. Sepeda itu disandarkan di gubuk reyot kami. Ia ambil plastik yang menggantung di dinding dan dipakai supaya tidak kehujanan. Hanya itu yang kami punyai, tak ada payung ataupun jas hujan.
Kudengar pembicaraan antara bapak dan ibu di teras depan. Ibu merasa cemas dengan cuaca pagi ini.
“Bapak tetap berangkat? Di luar hujan,” tanya ibuku.
“Iya, semoga hari ini ada pembeli ya, Bu?” kata bapak.
“Aamiin, semoga ya, Pak?” jawab ibu sambil mencium tangan beliau.
Hujan deras pagi itu tak menyurutkan niatnya. Penuh semangat ia kayuh sepeda tua itu, puluhan kilometer ia tempuh. Sampailah di pasar tempat ia berjualan. Terlihat ramai namun belum ada satupun yang mendekati dagangannya. Terdengar suara anak kecil menangis meminta sesuatu. Ada ibu-ibu yang mendekati bapak dan bertanya harga sandal itu. Diambillah sandal yang ditunjuk anak itu. dengan tersenyum diberikan kepadanya. Ketika waktunya membayar, uang ibu itu tidak cukup. Dengan lirih bapak berkata, “Bawa saja, Nak. Jangan lupa selalu rajin belajar”.
Hari beranjak siang dan bapak sudah waktunya pulang. Ia simpan hasil jualan hari ini di dalam kain lusuh. Sepeda tua disiapkan dan mulai berkemas. Sejenak ia usap keringatnya dan bersyukur pada Tuhan YME, karena jualan hari ini ada yang laku.
Dengan penuh semangat, ia kayuh lagi sepeda tua itu menuju ke rumah. Tidak dihiraukan peluh yang menetes di dahinya. Ia hanya membayangkan anak dan istrinya pasti akan senang dengan kepulangannya. Masih ada beberapa kilometer lagi jarak yang harus ia tempuh. Tiba-tiba pedal itu lepas. Bapak mencoba memperbaiki namun tidak bisa. Perlahan ia menuntunnya sampai rumah.
Setelah bapak sampai, ia ceritakan semuanya pada ibu dan aku. Wajah sedih terlihat dari orang yang telah melahirkanku itu. Segera ke dapur dan membuatkan segelas teh untuk bapak. Kudekati ibu dan beliau bilang padaku, “Nak, kamu lihat bapak? Pengorbanannya untuk kita begitu besar.” sambil mengusap rambutku. Aku hanya mengangguk dan menunduk.
Bapak benar-benar sosok yang luar biasa. Pejuang tangguh yang rela mencucurkan keringat demi keluarga. Sepeda tua jadi saksi atas semua ini. Teman setiamu mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan kami. Perhatianmu hanya tercurah demi kami terutama masa depanku. Tak kau hiraukan kesehatanmu. Tak kau pikirkan hujan yang mengguyur tubuh rentamu. Kebahagiaanmu kau abaikan, yang ada hanya ingin membahagiakan kami.
Aku berjanji kelak akan membahagiakanmu. Berusaha yang terbaik dan ingin lebih memperhatikanmu. Sampai detik ini, kasih sayang yang engkau berikan begitu tulus untuk kami. Terima kasih bapak, perjuanganmu begitu hebat dan luar biasa untuk keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberimu kesehatan, Aamiin.
Profil Penulis
Sutarti, S.Pd.SD, Saat ini masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
Buku mandiri telah berhasil diterbitkan di MediaGuru. Di antaranya adalah Cerita Sang Juara: Cerita Anak Pengembang Karakter (2018), Mamah, Cepat Pulang, Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), dan Bunga Tidur yang Mencekam (2020).
Penulis saat ini menjadi pengurus aktif di AGPG ( Asosiasi Guru Penulis Grobogan ). Sebuah organisasi yang membersamai para penulis di Kabupaten Grobogan.
Penulis bisa dihubungi di WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet dan IG: tatiex_tweet.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
