Kabut Cinta Aini
Sabtu, 27 Februari 2021
TAGUR-31 (365)
Tugas membuat potongan cerpen di kelas Menulis Cerpen 2
***
Pagi itu mata Aini terlihat sembab. Kelihatan benar jika kali ini ia sedang dirundung masalah yang sangat berat. Ia langkahkan kaki menuju ke dapur. Diambilnya pisau di balik rak bumbu yang masih terasa dingin. Biasanya dini hari seperti ini ia sudah sibuk dengan jurus-jurus cintanya mengolah masakan di sana.
Pisau itu sebagai temannya setiap hari. Namun, sekarang sudah tidak bisa digunakannya lagi. Semua karena pekerjaannya yang hilang, musnah, dan tak berbekas. Masa pandemi membuat kantin sekolah menjadi sepi tak berpenghuni.
Terlihat kabut gelap di hadapan Aini. Ia begitu cinta dengan pekerjaannya. Membayangkan di kantin itu yang sebelumnya ramai dan penuh sesak. Sejenak bayangan itu membuatnya tersenyum. Gelak tawa dan canda begitu jelas di hadapannya. Tapi sekarang tak nampak lagi.
Hari ini pisau ini dipegangnya lagi. Baru saja ia mendapat kabar bahwa ada yang pesan makanan yang biasa ia olah.
...
Bersambung
***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
