Kemuning, Aku Pasti Kembali
Minggu, 21 Maret 2021
TAGUR-54 (365)
***
Kemuning, Aku Pasti Kembali ( Part-1 )
Karya : Sutarti
Wajah Emo tampak muram, rambutnya terlihat kusut dan senyum di pipinya hilang seketika. Tiba-tiba kesedihan itu hadir dalam dirinya. Rasa takut itu datang ketika mendengar apa yang disampaikan oleh pemuda pujaannya itu.
Di sebelahnya tampak Dito sedang duduk termenung. Keceriaan yang pagi itu sempat terukir hilang begitu saja. Terlihat mereka sedang bicara serius.
“ Mo, maafkan aku, besok aku harus pergi, “ kata Dito.
“ Memangnya kamu mau kemana? “ tanya gadis itu.
“ Aku mendapat beasiswa kuliah di Semarang. Makanya kemarin aku telepon, ku ajak kamu untuk bertemu di sini untuk mengabarkan hal ini,” kata pemuda itu.
“ Begitu ya? “ kata Emo lirih.
Mata gadis itu tampak berkaca-kaca. Ia tidak menyangka jika pertemuannya kali ini sekaligus perpisahan dengan Dito, sahabat sekaligus kekasihnya itu. Ia senang dan bangga karena kekasihnya itu mendapat beasiswa. Namun, di sisi lain ia harus berpisah dengan orang yang disayangi.
Dito menatap wajah gadis pujaannya itu. Ia berdiri, kemudian mengajaknya berjalan menyusuri kebun teh yang tampak hijau segar. Aroma wangi daunnya membuat hati terasa nyaman dan adem.
Hati gadis itu berdebar kencang ketika Dito menggenggam jemari tangannya dengan penuh kelembutan. Ia bisa merasakan kehangatan itu, penuh kasih dan sayang. Sepertinya mereka enggan untuk saling melepaskan genggaman itu.
Kebun teh Kemuning sebagai saksi perpisahan mereka. Keduanya berjanji untuk bertemu di sana lagi suatu saat nanti.
“ Mo, tunggu aku ya? Aku pasti akan kembali,” kata Dito sambil menatap lembut mata Emo.
“ Janji? “ tanya gadis itu sambil menjulurkan jari kelingkingnya ke arah Dito.
“Iya aku janji sama kamu. “ jawab Dito sambil membalas dengan mendekatkan kelingkingnya ke jari Emo.
***
Dua bulan berlalu, belum ada tanda-tanda bahwa Dito akan pulang. Telepon saja tidak pernah. Namun, Emo berpikir bahwa semuanya pasti baik-baik saja. Ia masih sabar menunggu kedatangan kekasihnya itu. Hingga suatu sore ada telepon untuknya.
[ Assalammualikum Mo, ini aku Dito ] kata suara dari seberang.
[ Waalaikumsalam, Dito.. ini benar kamu yang telepon? ] tanya Emo tidak percaya.
[ Iya, ini aku. Liburan semester ini aku akan pulang. Kamu sabar menungguku kan? ] jawab Dito.
[ Aku tunggu, kamu jangan ingkari janji kita ya? ]
[ Iya Mo, kamu tenang saja. Aku janji akan kembali untukmu ] kata Dito lagi.
Mendengar bahwa Dito akan kembali, gadis itu merasa senang sekali. Hatinya begitu berbunga-bunga. Dengan cekatan ia segera menyelesaikan tugas-tugas yang belum sempat diselesaikannya.
Rasanya sudah tidak sabar menunggu hari itu. Ia bayangkan sesuatu yang baik tentang kekasihnya itu.
( Bersambung ... )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
