Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindumu Palsu ( Part-2 )

Rindumu Palsu ( Part-2 )

Rabu, 31 Maret 2021

TAGUR-64 (365)

***

Pasti sudah tidak sabar ya dengan ceritanya?

Rindumu Palsu ( Part 2 )

Karya : Sutarti

Sore itu Renata sedang menikmati udara segar di taman dekat rumahnya. Semilir angin membuai dalam angan manisnya, terlintas bayangan sesosok pria gagah berdiri di depannya. Di tangannya terlihat mawar putih yang masih segar dan harum. Tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya serta bunga yang indah itu. Tangan gadis itu ingin sekali menangkapnya. Namun, tiba-tiba ia kaget ketika yang berada di tangannya adalah sebuah bola. Ia tersadar ternyata hanya khayalan.

Dilihatnya anak kecil sedang mendekatinya. Wajahnya yang polos dan suaranya yang masih cadel minta bola yang ada di tangannya. Dengan penuh kelembutan diberikannya bola dan anak itu tersenyum tak lupa mengucapkan terima kasih. Lamunannya buyar karena kedatangan anak kecil itu. Renata jadi senyum-senyum sendiri dengan apa yang telah terjadi.

Sejenak gadis itu menikmati kembali suasana sore yang cerah. Udara semakin dingin sehingga membuatnya beranjak dari taman dan kembali ke rumah. Rumah baru yang di tempatinya itu jika malam terasa sepi. Beda dengan tempat tinggalnya dulu, selalu ramai dengan orang-orang dan pedagang yang lalu lalang. Malam semakin larut dan rasa lelah itu membuatnya bisa tidur dengan nyenyak.

*

“Pagi anak ibuk yang cantik,” sapa Bu Ambar sambil tersenyum pada Renata yang selesai mandi.

“Pagi ibuk yang menawan hati, hehe,” gurau Renata

“Kita ke tetangga sebelah yuk! Sekalian silaturahmi, kemarin kan Bu Memey sudah ke sini, sekarang gantian kita yang ke sana,” ajak Bu Ambar.

“Boleh, sekarang Yuk!” ajak Renata sambil tersenyum manis.

Gadis itu membawa kotak yang berisi kue bolu. Diketuknya pintu rumah tetangga sebelah. Tampak seseorang membuka pintu dan mempersilakan masuk. Bu Ambar dan Renata segera duduk dan menunggu Bu Memey.

“Maaf Bu Ambar, menunggu lama ya?” sapa Bu Memey sambil tersenyum.

“Baru saja kok Bu, maaf mengganggu ya? Oiya, kebetulan tadi saya buat kue. Ini satu buat Ibu,” kata Bu Ambar sambil menyerahkan bungkusan plastik putih.

“Terima kasih ya Bu, jadi merepotkan. Oiya, ini siapa ya? Putrinya? Cantik sekali,” ucapnya lagi.

“Iya, ini Renata putri saya.” jawab Bu Ambar sambil memperkenalkan anak gadisnya. Diulurkan tangannya pada Bu Memey.

Mereka tampak asyik ngobrol. Tiba-tiba mata Renata tertuju pada foto yang menggantung di dinding ruang tamu. Ia sempat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Seorang polisi duduk bersanding dengan gadis cantik ada dalam foto itu. Spontan ia bertanya pada Bu Memey.

“Maaf Ibu, siapa yang ada dalam foto itu? Sepertinya tak asing dengan wajahnya?” tanya Renata.

“Itu foto anak gadis saya namanya Meta. Ia bertunangan dengan perwira polisi,” jawab Bu Memey tegas dan lancar.

“Benarkah?” jawab Renata kaget.

Gadis itu duduk dan sempat panik dengan jawaban yang terlontar dari mulut Bu Memey. Ia ajak ibunya untuk segera pulang. Tanpa bertanya dulu alasannya, akhirnya Bu Ambar segera pamit.

Sampai di rumah ia melihat anak gadisnya itu duduk terdiam di dalam kamar. Di sebelahnya tampak boneka panda berwarna merah jambu. Ia menangis dan semua itu membuat ibunya bingung. Segera didekati dan bertanya dengan pelan.

“Kamu kenapa Nak? Ada apa? Kamu bisa cerita sama ibu,” katanya sambil duduk di samping putrinya itu.

“Bu, foto itu... Foto itu adalah Boby dan gadis yang ada dalam foto itu adalah Meta teman kampus Rena.” jawab gadis itu sambil menangis sesenggukan.

Bu Ambar kaget dan segera memeluk anak gadisnya itu. Ia belai rambutnya dan berusaha menenangkannya. Ia tahu bagaimana perasaaan putrinya itu, pasti sakit sekali.

“Kamu tenang dulu Nak, mungkin kamu salah,” kata ibu.

“Tidak bu, aku yakin siapa yang ada dalam foto itu, pantas saja dia tidak menghubungiku selama ini, ternyata ....,” kata Rena lagi.

“Sabar ya Nak, jika itu memang benar kamu harus ikhlas. Masa depanmu masih panjang. Kamu harus bisa melanjutkannya dan lupakan dia.” kata ibu.

Ibu dan anak itu saling bertatapan. Dalam hati Renata, ia berjanji akan berusaha iklhas dan menerima walaupun itu sulit. Cukup sampai di sini, rindu yang selama ini disimpan untuk Boby, semua akan segera dihapus dalam hatinya.

Suara tukang pos memecahkan rasa kecewa yang sedang dialaminya. Gadis itu segera buka pintu dan ternyata ada surat untuknya. Sambil duduk, dibuka dan dibaca pelan-pelan.

Dear Renata,

Maaf aku belum bisa pulang menemuimu

Tapi, rasa rindu ini masih untukmu

Kekasihmu, Boby

Gadis itu tersenyum sinis setelah membaca surat itu. Segera ia berlari menuju ke tempat sampah. Sambil merobek kertas yang ada di tangannya itu ia berkata, "Rindumu Palsu".

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post