Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Barisan Penulis Grobogan
November 2018

Barisan Penulis Grobogan

Senin, 19 April 2021

TAGUR-83 (365)

***

Barisan Guru Penulis Grobogan

( Kenangan 2018 )

Tanggal 28 November 2018 malam.

Malam sebelum kegiatan berlangsung. Para guru penulis di Grobogan tampak begitu sibuk mempersiapkan kegiatan besok pagi. Persiapan untuk menyambut Upacara HUT PGRI yang Ke-73, HUT Korpri yang Ke-47 dan Peringatan Hari Guru Nasional di Alun-alun Purwodadi Grobogan.

Group whatsApp malam itu tampak ramai sekali, ada yang bertanya tentang pakaian, aksesoris, dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan. Termasuk juga saya, mempersiapkan baju terutama topi untuk upacara. Tampaknya di group membutuhkan peniti untuk pemasangan selempang guru penulis Grobogan besok pagi akhirnya ku keluar untuk membelinya.

Tentang topi, pada awalnya tidak ada pemberitahuan jika upacara nanti memakainya. Akhirnya keluar rumah untuk kedua kalinya, dan dapat di Toko Merdeka. Setelah sampai rumah saya lihat di group lagi, teman-teman bingung karena belum punya, kemudian meminta tolong untuk membelikan terlebih dahulu. Keluarlah saya lagi untuk ketiga kalinya. Ya, malam itu seperti setrikaan. Bolak-balik keluar rumah dan tampak sibuk.

Kamis, 29 November 2018

Pagi itu tepatnya pukul 06.30 WIB, kusiapkan sepeda motor dan ku parkirkan di depan rumah. Dengan sigap kusiapkan plastik hitam besar yang ada dan kuikat di sepeda motor yang sudah kusiapkan di depan rumah. Kemudian dengan pelan-pelan kunaiki, berharap di jalan tidak terjadi sesuatu atau halangan yang menimpa. Sampai di perempatan Kodim, jatuhlah bungkusan plastik hitamku itu, untungnya tepat lampu merah menyala sehingga saya tidak begitu tergesa-gesa dalam menatanya kembali. Mulai kulaju sepeda motorku kembali dan sampai di depan BRI Alun-alun bungkusan plastik hitamku itu jatuh kembali. Akhinya ku berhenti dan kuikat lagi, kali ini tidak aku letakkan di belakang tetapi kupegang memakai tangan kiri. Karena jarak semakin dekat jadi tidak apalah plastik hitam itu aku pegang saja.

Sampai di sana sudah ada dua orang yang menunggu. Akhirnya kubawa plastik hitam itu ke pendopo kabupaten dan kubuka di hadapan dua orang temanku itu. Selempang guru penulis Grobogan sudah siap. Selempang yang aku bungkus dengan plastik hitam besar, yang jatuh sampai dua kali di perjalanan. Para guru penulis mulai berdatangan dan betapa hebohnya mereka, karena seringnya ketemu hanya lewat whatshap dan sekarang bertemu secara langsung. Mereka sibuk melakukan persiapan dari memasang selempang, memakai topi, yang pasti para guru penulis berusaha menampilkan yang terbaik untuk hari itu.

Selain persiapan upacara ada beberapa teman dari guru penulis yang juga persiapan untuk menerima hadiah berupa apresiasi yang diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan yaitu Bapak Amin Hidayat. Apresiasi berupa uang senilai Rp 1.000.000,00 untuk 10 sinopsis terbaik yang dibuat pada waktu mengikuti diklat Sagusabu yang dilaksanakan 8 dan 9 Agustus 2018. Seharusnya ada 10 sinopsis terbaik tetapi karena 2 orang peserta tidak jadi naskahnya akhirnya tinggal 8 sinopsis terbaik yang mendapat apresiasi. Memang antusias dan semangat para guru penulis pada hari itu begitu besar. Delapan penerima apresiasi penulis sinopsis terbaik tersebut melakukan gladi bersih upacara. Apresiasi nanti akan disematkan dan disampaikan oleh Bupati Grobogan.

Guru penulis Grobogan memiliki wadah yaitu Asosiasi Guru Penulis Grobogan ( AGPG ), tugasnya adalah mewadahi setiap kegiatan baik itu diklat ataupun kegiatan lainnya. Untuk memperkuat keberadaan AGPG, maka pengurus berusaha membuatkan kartu anggota yang saat ini pengurus bekerja sama dengan BRI untuk menerbitkannya. Sebelum upacara berlangsung malam itu ada perintah dari ketua AGPG untuk yaitu persiapan 7 orang untuk perwakilan penyematan kartu anggota AGPG. Akhirnya bersama dengan 8 peraih sinopsis terbaik tadi kami bertujuh termasuk saya mengikuti gladi bersih upacara terlebih dahulu. Kami bersemangat sekali walaupun tempat upacara kami nanti ada di sebelah barat menghadap ke timur. Panas sekali rasanya, tetapi panas itu terhempas begitu saja karena semangat dan rasa bangga kami sebagai guru penulis di Grobogan.

Upacara berlangsung dengan khidmat, kami mendengarkan dan fokus dengan apa yang disampaikan oleh Bupati grobogan saat pembacaan amanat pembina upacara. Ada sesuatu yang menarik waktu upacara, ada barisan guru yang memakai seragam PGRI dan berselempang bertuliskan Guru Penulis Grobogan. Ternyata guru penulis membuat barisan sendiri, sangat luar biasa sekali upacara pada hari itu. Ada yang lain lagi yaitu dirigennya atau pemimpin paduan suara. Dengan gayanya yang sangat luar biasa mampu memukau para peserta upacara. Gaya memimpin tim paduan suara yang mampu membuat semangat para peserta bergelora. Selain itu saya juga salut dengan petugas pengucap UUD 1945. Dia begitu bersemangat dan dia mampu mengucapkan UUD 1945 hafal di luar kepala. Dengan melihat hal tersebut saya berusaha menerapkan pada anak didik saya, minimal berusaha.

Setelah selesai, di akhir upacara pembawa acara menyanyikan lagu Meraih Bintang yang kemudian ditirukan oleh semua peserta upacara termasuk para guru penulis. Sambil melangkahkan kaki menuju pendopo kabupaten kami bersama-sama menyerukan lagu tersebut. Sampai di depan pendopo para guru penulis dengan sigap mengambil pigura yang berisi gambar kover bukunya masing-masing dan bersiap untuk berfoto dengan Bupati Grobogan. Beberapa kali jepretan bersama Bupati sudah selesai, di sela-sela berfoto dengan Bupati ada juga teman guru penulis yang foto selfie dengan Bupati. Begitu riuh dan gembira sekali waktu itu. Peristiwa langka yang terjadi pertama kali di Kabupaten Grobogan, karena telah lahir para penulis-penulis yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan.

Puncak acara setelah upacara adalah pelantikan dan pengukuhan bagi dewan pengurus Korpri Kabupaten Grobogan dan dilanjutkan dengan seminar dalam rangka HUT Ke-47 Korpri, HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2018. Seminar dengan judul Motivasi Kerja, Jujur dan berintegritas, kami mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat apalagi seminar motivasi yang disajikan oleh Bapak Jajendra begitu menggugah semangat kami, mengobarkan semangat kami sehingga termotivasi untuk menjadi lebih baik. Ingat ! Semua orang akan melewati kesulitan, kegagalan, kekalahan, dan kemarahan sebelum mencapai yang terbaik.

Kenangan manis tak kan habis, sayang juga jika dibuang. Abadikan lewat karya dengan membuat antologi bersama. Hasil dari upacara tahun 2018 ini, kami mampu menerbitkan buku nubar yang pertama. Judul buku “ Kemilau di Hari Guru “.

Salam literasi dari Grobogan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post