Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kakak Kelasku yang Baik Hati

One day one cerpen

#day4

***

Kakak Kelasku yang Baik Hati

Karya : Sutarti

Saat terbit fajar, aku bangun dan segera mandi di sungai. Sebenarnya masih enggan beranjak dari tempat tidur, apalagi semalam habis turun hujan. Terbayang jalanan pasti becek berlumpur banyak air. Tapi ia harus bangkit demi masa depan. Dengan langkah cepat dan sigap Beni anak laki-laki berumur 17 tahun itu berpakaian sekolah. Pukul 06.00 pagi ia sudah siap berangkat ke sekolah, dengan pakaian seragam sekolahnya yang mulai lusuh, tas sekolah yang mungkin bisa dibilang sudah tidak layak untuk dipakai lagi karena sudah banyak tambalan serta jahitan tangan sembarang di sana-sini, serta sepatu yang kusam dan rusak. Jarak rumah ke sekolah memang jauh, jadi Beni harus berangkat pagi supaya tidak telat.

Dengan langkah penuh semangat, dikayuhnya sepeda reot itu. Ternyata benar jalan yang dilewati penuh dengan air, becek, dan banyak lumpur. Akibat hujan semalam. Akhirnya Beni mencopot sepatunya agar tidak basah. Dengan sekuat tenaga ia genjot sepeda reotnya itu agar tidak terlambat masuk sekolah. Setelah beberapa menit perjalanan sampailah ia di depan gerbang sekolah. Tiba-tiba Beni mendengar ada suara yang memanggilnya.

"Dek...!" sapa seorang perempuan dengan seragam putih abu-abu

"Ya Mbak, ada apa?" jawabku. Sambil kulihat nama menempel di seragamnya adalah Bela. Ternyata dia kakak kelasku.

"Itu bajunya kotor semua kenapa?" tanya Mbak Bela.

"Oh ya...tadj jalanan becek banyak lumpur semalam habis hujan!" jawabku sambil melihat punggungku. Dan ternyata benar baju seragamku hitam banyak bercak lumpurnya. Agak malu juga.

"Ya sudah sini Dek ikut aku!" seru Mbak Bela.

"Ke mana Mbak?" tanyaku.

"Ke masjid tak bersihkan bajumu!" ajak Mbak Bela.

"Tapi...!" jawabku agak malu-malu.

"Tidak apa-apa tenang saja." seru Mbak Bela.

Aku mengikuti Mbak Bela ke masjid menuju tempat wudu. Di situ mbak Bela membersihkan bajuku yang kotor. Kita sambil ngobrol-ngobrol, ternyata Mbak Bela kakak kelasku. Setelah selesai membersihkan bajuku, kita menuju ke kelas masing-masing .

"Terima kasih ya, Mbak!" ucapku sambil bertanya-tanya dalam hati. Kenapa ada orang sebaik itu padahal belum kenal.

"Ya Dek, sama-sama!" jawab Mbak Bela.

Setelah peristiwa itu kalau kita bertemu sering sapa. Kadang aku juga tanya tentang pelajaran sama dia. Memang Mbak Bela termasuk orang pandai dan aktif juga organisasi. Banyak disegani oleh teman-temannya dan juga adik kelasnya.

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Tiba saatnya Mbak Bela lulus sekolah. Jadi kita tidak pernah berkomunikasi lagi.

Setelah beberapa tahun kita tidak berjumpa, tiba-tiba pikiranku melayang ingat yang namanya Mbak Bela yang pernah membantuku membersihkan bajuku. Ingat kebaikan yang pernah ia berikan padaku. Aku mencari informasi tentang keberadaan dia, akhirnya aku dapatkan alamatnya.

Suatu hari aku datang ke rumahnya, tanya ke sana kemari tentang alamat itu dan akhirnya aku temukan.

"Assalammualaikum...!" sapaku.

"Waalaikumsalam...!" jawab seorang perempuan yang keluar dari dalam rumah, ternyata Mbak Bela sendiri yang keluar.

"Sapa ya?" tanya Mbak Bela dengan wajah yang agak bingung.

"Masak lupa sama aku, Mbak?" tanyaku.

"Maaf, kok aku lupa?" tanya Mbak Bela.

"Wah Mbak Bela jahat, masak lupa sama aku!" jawabku sambil tersenyum bercanda, aku Beni Mbak, adik kelasmu. Ingat tidak waktu itu kamu membantuku membersihkan baju seragamku yang kena air lumpur!" seruku.

"Oalah kamu to Dek. Ya aku ingat sekarang. Ya sudah ayo masuk!" kata Mbak Bela.

Aku masuk rumah mengikuti Mbak Bela. Kita ngobrol-ngobrol tentang kegiatan sehari-hari, tentang kuliah bahkan tentang pacar. Kita bercandaan karena sudah lama tidak bertemu. Saat itu Mbak Bela sedang kuliah di Universitas ternama di Semarang, begitu juga aku. Setelah beberapa saat kita ngobrol dan dirasa sudah cukup aku pamitan pulang, sebelum pulang kita tukeran nomor HP.

Setelah peristiwa itu kadang aku main ke kos dia. Sekadar silaturahmi sharing tentang kuliah dan lain-lain. Banyak hal yang kita obrolkan. Sekarang sudah beberapa tahun lamanya kita tidak pernah bertemu dan putus komunikasi. Tidak tahu tentang keberadaan dia saat ini. Pengen rasanya bisa jumpa dengan dia. Bukan karena apa-apa tapi ingat kebaikan dia pada waktu itu. Semoga dia baik-baik saja beserta keluarganya.

***

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post