Ramadan, Berdamai dengan Corona
Sabtu, 10 April 2021
TAGUR-74 (365)
#LombaApril2021
***
Ramadan, Berdamai dengan Corona
Oleh : Sutarti, S.Pd.SD
Bulan penuh berkah dan ampunan akan segera tiba. Ramadan yang di nanti dan ditunggu seluruh umat Islam yang ada di dunia. Seperti tahun sebelumnya, kita masih harus tetap waspada. Jalankan ibadah di tengah wabah yang melanda memang tidak mudah. Namun, kita harus tetap melaksanakan dengan penuh rasa ikhlas. Covid-19 belum berlalu, sehingga kita harus berhati-hati dan berusaha berdamai dengannya.
Puasa di bulan Ramadhan akan segera kita jalani, semua masih di tengah pandemi covid-19. Mungkin kita sudah terbiasa dengan keadaan ini karena tahun lalu pun demikian. Tidak ada tradisi buka bersama membuat hati terasa hampa. Biasa berkumpul dengan keluarga besar tapi sekarang belum diperbolehkan. Kegiatan pembagian takjil juga masih belum berjalan. Semuanya terasa berbeda.
Ada yang unik lagi di bulan Ramadan tahun sebelumnya. Mungkin juga akan terulang di tahun ini. Khususnya kaum ibu-ibu tidak perlu mempersiapkan banyak kue lebaran. Mengapa demikian? Karena yang pasti lebaran nanti semua terasa berbeda. Tidak ada kunjungan saudara dan tetangga membuat kue lebaran merana. Tidak disentuh dan dibiarkan begitu saja, akhirnya disingkirkan dan diganti dengan yang baru.
Keunikan selanjutnya adalah di tengah wabah corona ini masyarakat tidak sibuk membeli baju lebaran. Mereka bisa fokus menjalankan ibadah puasa. Saudara yang jauh tidak datang sehingga mengurangi jatah pembelian baju lebaran. Kita cukup memakai baju tahun-tahun sebelumnya. Karena di samping tidak ada tamu juga akan lebih ngirit. Baju tidak harus baru namun, hati harus tetap baru dan bersih.
Bulan penuh berkah ini hendaknya juga diisi dengan kegiatan berbagi. Semua tidak harus berbentuk uang, barang juga bagus. Mungkin bisa diwujudkan dalam bentuk sembako. Wabah corona melanda membuat perekonomian menjadi turun. Oleh karena itu misalnya mendapat sembako pasti sangat bermanfaat.
Keseruan ramadan selanjutnya yakni acara ngabuburit. Jelang buka puasa, masyarakat banyak yang melakukan hal ini. Contoh kecil yakni, jalan-jalan ke Taman Kota naik motor bersama keluarga sambil menunggu buka puasa. Pasti ini akan sangat menyenangkan. Menikmati keramaian di tempat kuliner dan pusat jajan Purwodadi. Bahkan hanya putar Simpang Lima sampai Alun-Alun itu sudah luar biasa. Semua itu juga blum diperbolehkan. Kita hanya bisa berdiam diri di rumah dan mengerjakan kegiatanapapun di istana tercinta kita tersebut.
Dua kali Ramadan tampak berbeda dan penuh warna. Umat Islam berusaha berdamai dengan corona. Menjalankan ibadah salat tarawih dengan sangat hati-hati. Bahkan, ada yang melakukannya di rumah saja karna takut. Di samping itu wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan selalu jaga jarak. Semua demi memutus mata rantai covid-19.
Bulan penuh arti dan berkah, menjalankan ibadah di tengah suasana yang genting. Keadaan inilah yang menguji kita saat ini. Puasa melatih kesabaran, tidak boleh marah dan menangis sesenggukan. Ramadan penuh warna akan terjadi lagi di tahun ini. Kita harus siap menghadapinya. Berusaha berdamai dengan Corona. Semoga apa yang kita kerjakan di bulan penuh ampunan ini diterima oleh-Nya. Aamiin.
Profil Penulis
Sutarti, S.Pd.SD, Saat ini masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
Buku mandiri telah berhasil diterbitkan di MediaGuru. Di antaranya adalah Cerita Sang Juara: Cerita Anak Pengembang Karakter (2018), Mamah, Cepat Pulang, Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), Bunga Tidur yang Mencekam (2020), dan Cita Ceria Siswaku (2021).
Penulis saat ini menjadi pengurus aktif di AGPG ( Asosiasi Guru Penulis Grobogan ). Sebuah organisasi yang membersamai para penulis di Kabupaten Grobogan.
Penulis bisa dihubungi di WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet dan IG: tatiex_tweet.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
