Es Klamud Jadi Saksi
Jumat, 7 Mei 2021
TAGUR-101 (365)
***
Es Klamud Jadi Saksi
Karya : Sutarti
Erni terdiam di sudut kantor tempat kerjanya. Ia terlihat sendirian dan suasananya tampak sepi, sunyi, dan senyap. Di meja kerjanya terlihat kertas berserakan, tisu, dan laptop yang masih terbuka, sebagai pertanda pekerjaannya yang belum selesai. Sesaat ia menghela napas panjang. Sejenak ia pejamkan mata seolah-olah ingin melupakan sedikit beban pekerjaannya itu. Terdengar bunyi panggilan dari arah ponselnya. Dilihat dan segera diangkat.
[ Assalammualaikum Er, bagaimana sudah selesai? ]
[ Waalaikumsalam Na, belum juga masih ada selisih nih! ]
[ Sama aku juga, gimana nih! ]
[ Tenang saja dulu, kita cari pelan-pelan, nanti pasti ketemu ]
[ Baiklah kalau begitu, nanti saya hubungi lagi ya? ]
[ Siap! ]
Ternyata Nana yang telepon. Pekerjaan yang sama membuat mereka saling berbagi informasi dan saling membantu. Dalam hati gadis itu berkata, “ Ternyata bukan hanya aku saja yang belum selesai, masih banyak yang bingung.”
Gadis itu berkutat lagi dengan laptopnya. Tampak ia tersenyum lega karena selisih yang ada sudah terpecahkan. Ia tutup laptop dan segera berkemas-kemas. Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, saatnya pulang. Maklumlah hari ini adalah hari Jumat jadi tidak perlu berlama-lama di kantor.
Dalam perjalanan pulang ia sempat berpikir tentang banyak hal. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seseorang yang hadir di sampingnya. Seorang pemuda menyapanya dan mengajaknya untuk menepi sejenak.
“Hai Er, bagaimana kabarnya?”
“Oh, Kak Reza. Alhamdulillah baik, kakak gimana?”
“Kita mampir di es klamud depan sana yuk!” ajaknya.
“Boleh, Yuk!”
Mereka berdua akhirnya berhenti sejenak di warung es klamud depan kampus kenangan itu. Iya, mereka dulu memang satu kampus selama 4 tahun.
“Masih ingat tidak, kita dulu sering nongkrong di sini?”
“Ingat dong, eh kebetulan banget ya kita bisa bertemu?”
“Iya, sudah lama juga, rasanya kangen sama kamu”
“Ah, kakak bisa saja. Nanti ada yang marah lho!”
“Siapa? Tidak ada kok,Oya sekarang kamu kerja dimana?”
“Kantor kecamatan, Kakak sendiri?”
“Rahasia dong, hehe.”
Siang itu Erni dan Reza dipertemukan kembali. Sudah hampir 2 tahun mereka tidak bertemu. Perasaan yang sempat terkubur dalam-dalam itu muncul lagi. Kali ini Reza tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
“Er, kamu sudah punya pacar?”
“Belum, memangnya kenapa?”
“Kamu masih ingat apa yang kuutarakan dua tahun yang lalu?”
“Apa Kak? Sudah lama jadi agak lupa,”
“Tentang perasaanku waktu itu, bagaimana dengan kamu?”
“Yang mana Kak?”
Jawaban Erni membuat Reza geregetan dan secara spontan mencubit pinggang gadis itu.
“Waktu itu aku pernah mengutarakan perasaanku sama kamu, masak kamu lupa?”
“Oh, yang itu ya? Bagaimana ya? Aku dah punya pilihan Kak,”
“Siapa?”
Sejenak suasana hening. Wajah Reza tampak kecewa dan segera membuang mukanya ke arah hiruk pikuknya jalan raya. Tiba-tiba gadis di depannya itu menggenggam tangannya.
“Kak, aku dah punya pilihan, yaitu kamu. Sudah lama aku menunggu saat-saat seperti ini. Saat dimana kamu nembak aku lagi, hehe”
“Benarkah Er? Kamu mau jadi pacarku?”
Gadis itu mengangguk dan sambil tersenyum dibalaslah genggaman gadis itu. Reza gembira karena apa yang diimpikannya itu menjadi nyata. Warung es degan jadi saksi cinta mereka berdua. Keduanya tersenyum dan saling berjanji untuk menapak masa depan bersama dan selamanya.
***
Catatan :
Es klamud : Es kelapa muda
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
