Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bahagia Hadir Ketika Melihat Mereka Berkarya

Bahagia Hadir Ketika Melihat Mereka Berkarya

Kamis, 8 Juli 2021

TAGUR-163 (365)

#LombaMenulisBulanJuli2021

***

Bahagia Hadir Ketika Melihat Mereka Berkarya

Oleh : Sutarti, S.Pd.SD

Kebahagiaan akan tercipta jika kita mampu menjalaninya dengan penuh rasa. Rasa kasih sayang tak terhingga terhadap anggota keluarga. Rasa saling menghargai dan selalu rukun serta kerjasama di setiap menjalankan pekerjaan di rumah. Saling membantu dan mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang menyapa. Merekalah yang kita miliki saat ini dan nanti.

Untuk mewujudkan keluarga ceria dan bahagia tidak semudah yang kita bayangkan. Tak segampang yang orang lain pikirkan. Butuh sesuatu yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang itu terus ada. Jangan hanya bisa bermimpi tanpa ada tindakan yang pasti. Menciptakan kebahagiaan itu sejatinya penuh perjuangan dan pastinya ada halang dan rintangan yang mengiringi.

Keluarga di rumah tempat kita saling menyapa dengan penuh keramahan. Kita harus memahami dengan apa yang mereka inginkan. Terlebih di masa pandemi seperti ini. Anak-anak tidak bisa belajar tatap muka dan mereka dihadapkan pada pembelajaran online. Mau tidak mau dan suka tidak suka handphone lah solusinya. Semua itu untuk memperlancar kegiatan pembelajaran. Namun, sebagai orang tua kita harus bisa mengatur dan selektif terhadap perubahan tersebut.

Kadang dalam diri anak-anak timbul rasa bosan di rumah, maunya bermain di luar bersama dengan teman sepermainannya. Sebagai orang tua hendaknya kita lebih tanggap dan mencarikan solusi terbaik akan hal itu. Beri sesuatu yang berbeda dan menantang ke mereka. Racuni pikirannya dengan hal-hal yang positif sehingga menghasilkan sesuatu yang menarik.

Seperti yang terjadi di keluarga saya di rumah. Untuk memperlancar kegiatan pembelajaran online, orang tua tetap menyiapkan handphone di jam belajar. Setelah selesai kegiatan daring, anak-anak saya hadapkan pada perpustakaan yang sengaja dihadirkan untuk membuat mereka semangat berliterasi. Jangan hanya sekedar perpustakaan yang penuh dengan buku. Hadirkan sesuatu yang berbeda untuk mereka.

Orang tua mempersiapkan buku gambar, crayon, meja kecil, dan alat tulis lainnya. Untuk apa? Mengasah kemampuan dan tumbuhkan ide kreatif pada diri mereka dengan memanfaatkan sesuatu yang telah kita siapkan. Biarkan mereka bahagia dengan berkarya. Ketika siang dan sore hari tiba, biarkan mereka berebutan menggambar, membaca, dan mewarnai. Biarkan mereka melupakan sejenak dengan handphone miliknya. Mereka terlihat begitu ceria, semua itu membuat hati ini merasa tenang dan bahagia dibuatnya.

Bahagia itu hadir ketika melihat mereka tertawa di saat membaca cerita yang lucu. Ketika mewarnai dengan sepenuh hati tapi tiba-tiba ada sedikit coretan yang keluar dari garis. Terlihat sedih memang, namun mereka saling menguatkan dengan satu kalimat yang menyentuh perasaan, “Mewarnainya keluar garis tidak apa-apa, Dik!”. Akhirnya tersenyum kembali dan melanjutkan mewarnai.

Sebagai orang tua yang bijak, hendaknya kita paham akan keinginan mereka. Harus peduli dengan hal baru yang ada di sekitarnya. Tidak boleh cuek dan masa bodoh dengan semuanya. Jangan pernah bilang satu kalimat ini ke mereka,”Sudah pokoknya seperti itu!”. Jika itu kita lakukan pasti mereka akan sangat sedih dan merasa tidak diperhatikan.

Rasa sayang terhadap sesama anggota keluarga harus kita tanamkan sejak dini. Sikap saling kerja sama harus dipupuk mulai dari kecil. Jangan pernah lelah untuk menasehati. Jangan pernah berhenti untuk mengingatkan mereka. Kita juga tidak boleh membatasi cerita mereka. Sesekali anak-anak pasti akan protes tentang berbagai hal yang ada di sekitarnya. Sebagai orang tua hendaknya kita mendengarkan dan menerima apa yang mereka ceritakan. Kita harus berusaha menyelami dunia anak-anak. Jangan pernah egois dengan mengharuskan anak untuk mengikuti kemauan orang tua.

Jika orang tua dan anak sudah bersinergi dengan baik. Pasti akan menghadirkan sebuah keluarga yang ceria, bahagia, dan harmonis.

Profil Penulis

Sutarti, S.Pd.SD, Saat ini masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Buku mandiri telah berhasil diterbitkan di MediaGuru. Di antaranya adalah Cerita Sang Juara: Cerita Anak Pengembang Karakter (2018), Mamah, Cepat Pulang, Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), Bunga Tidur yang Mencekam (2020), Cita Ceria Siswaku (2021), Untaian Rindu dalam Aksara (2021), dan Jejak Literasiku di MediaGuru (masih dalam proses ISBN)

Penulis saat ini menjadi pengurus aktif di AGPG ( Asosiasi Guru Penulis Grobogan ). Sebuah organisasi yang membersamai para penulis di Kabupaten Grobogan.

Penulis bisa dihubungi di WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet dan IG: tatiex_tweet.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post