Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tak Kenal Maka Tak Sayang

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Selasa, 13 Juli 2021

TAGUR-168 (365)

***

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Karya : Sutarti

Senin, 12 Juli 2021 merupakan awal tahun pelajaran 2021/2022. Harusnya menjadi hari yang membahagiakan anak-anak karena mereka bisa sekolah kembali. Namun, impian dan harapan itu hanya dalam angan. Pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali. Grobogan saat ini masuk dalam zona merah penyebaran covid-19, sehingga Dinas Pendidikan mengeluarkan surat tentang PKM Darurat di Lingkungan Dinas Pendidikan. Surat yang tertanggal 3 Juli 2021 tersebut berisi tentang pelaksanaan kegiatan nonesensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH). Kegiatan pembelajaran masih melalui daring/online. Dilarangnya penyelenggaraan IHT, workshop, atau kegiatan lain melalui tatap muka dan menimbulkan kerumunan. Harus gencar memberikan edukasi pada masyarakat tentang penegakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Selain itu juga tidak diperbolehkan melakukan kunjungan ke tempat wisata dan melakukan perjalanan antar daerah.

Awal tahun pelajaran, seperti biasa sekolah menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Begitu juga di sekolah kami di SD Negeri 1 Plosoharjo. Sebagai guru kelas 5 yang memiliki murid baru sejumlah 20 dan belum saling mengenal. MPLS dilaksanakan secara daring/online melalui pembuatan video perkenalan. Karena tak kenal maka tak sayang.

Langkah-langkah dalam kegiatan MPLS adalah :

Pertama, memberi contoh video perkenalan supaya bisa ditonton oleh siswa sehingga mereka bisa paham maksud dan tujuan dari video tersebut. Dalam video saya sampaikan biodata diri lengkap.

Kedua, memberi kebebasan pada siswa dalam mengirimkan video perkenalan tersebut. Sebisa mungkin guru tidak membebani orang tua dan siswa dalam pengumpulan video. Semua terserah pada mereka mau dikirim kapan.

Ketiga, setiap video perkenalan yang dikirim siswa ke guru hendaknya ditanggapi. Beri penguatan pada siswa berupa balasan di chat walaupun hanya berupa sticker. Bisa diberi penguatan dengan kata-kata yang mampu membuat hati mereka senang dan puas. Mengapa demikian? Tanggapan itu adalah bentuk dari perhatian kita ke mereka.

Keempat, video perkenalan yang siswa kirimkan butuh di apesiasi. Salah satu cara yang saya lakukan adalah mengaploudnya di media sosial (whatsApp, facebook, blog, dan youtube).

Kelima, berikan seluas-luasnya untuk mereka berkarya. Mau seperti apa video yang mereka kirimkan itu adalah merupakan terbaik yang mereka hasilkan.

MPLS hari pertama berjalan dengan lancar, dari 20 siswa sudah ada 15 siswa yang mengirim video perkenalan. Tetap semangat semuanya dan selalu jaga kesehatan. Semoga pandemi segera berlalu, Aamiin.

Salam literasi dari Grobogan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post