Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
4G Pengobat Rindu pada Generasi Hebatku

4G Pengobat Rindu pada Generasi Hebatku

Senin, 9 Agustus 2021

TAGUR-195 (365)

***

4G Pengobat Rindu pada Generasi Hebatku

Oleh : Sutarti, S.Pd.SD

Tidak bisa bertemu bukan berarti tak rindu. Rasa dalam hati ingin berjumpa buat jiwa ini merana. Kangen pada generasi hebatku yang hanya bisa terobati melalui dunia maya. Sungguh terasa menyiksa dan hampa dalam jiwa. Rindu ini begitu dalam. Sepinya jiwa ini tanpa kehadiran kalian.

Senyum kalian waktu itu masih tersimpan dan selalu terbayang dalam angan. Ketika pembelajaran masih berlangsung secara tatap muka dan terdengar suara tawa dan canda bersama. Kangen senyum dan kenakalan kalian. Rindu dengan keriuhan di dalam kelas ketika kalian berebutan untuk mengerjakan soal. Waktu itu begitu luar biasa dan entah kapan akan terulang lagi. Kalian hebat dan mampu membanggakan guru serta orang tua.

Kegiatan belajar kita terhenti karena adanya pandemi covid-19. Wabah yang datang dan membuat hidup kita berubah drastis. Pembelajaran menjadi terasa berat karena rindu ini semakin pekat. Tatap muka dihilangkan dan berganti daring/online .

Sebagai guru hendaknya kita mencari solusi yang terbaik untuk siswanya. Apalagi di situasi seperti saat ini, ketika menghadapi kegiatan pembelajaran yang mengharuskan mereka belajar dari rumah. Mencarikan jalan keluar supaya mereka tidak hanya bermain handphone. Mengalihkan perhatian mereka hanya pada kegiatan pembelajaran.

Pandemi mengharuskan siswa menggunakan handphone sebagai media bertemunya guru dan siswa. Sebagai guru harus mampu memanfaatkan hal tersebut secara maksimal dan berusaha yang terbaik untuk siswanya. Kali ini ada beberapa trik pembelajaran yang saya terapkan pada generasi hebatku. Melalui 4G itulah solusinya. Jurus jitu yang mampu obati rindu ini pada generasi hebatku.

Pertama, Grup whatsApp. Solusi pembelajaran yang mampu sedikit obati rindu ini pada mereka. Saya bentuk grup siswa dan mulai memasukkan nomor mereka ke dalamnya. Mulailah kegiatan pembelajaran, sebelum kegiatan dimulai alangkah lebih baik kita sapa dulu dan beri motivasi ke mereka untuk tetap belajar dengan baik. Materi disampaikan dan pastikan siswa memahami. Jika perlu pakai voice note supaya siswa semakin mengerti. Jika memungkinkan lagi buat video pembelajaran dan di share di sana. Ajak mereka belajar aktif dan menyenangkan. Tidak lupa di akhir pembelajaran beri mereka tugas untuk mengasah kemampuan. Beri kesempatan mereka mengerjakannya dan beri keleluasaan dalam mengirim tugas.

Kedua, Google Meet. Cara satu ini sangat mampu mengobati rindu pada mereka. Ketika biasanya belajar dan bercanda secara tatap muka. Melalui google meet kita bisa menyampaikan materi dan bertanya jawab secara langsung pada siswa secara tatap muka pula. Namun, yang di maksud adalah dalam dunia maya yaitu melalui kamera handphone. Jurus ini juga efektif, saya ajak mereka berinteraksi melalui google meet. Rasa rindu ingin belajar tatap muka bersama jadi terobati ketika memandang senyum keceriaan dalam diri mereka, generasi hebatku

Ketiga, Guling. Kegiatan pembelajaran guru keliling ke tempat siswa. Karena guru dan siswa tidak diperbolehkan tatap muka di sekolah. Maka cara yang dilakukan guru adalah dengan cara berkeliling ke rumah-rumah. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan. Cara ini juga sempat saya terapkan. Demi membuat mereka lebih mengerti dan paham tentang materi Matematika. Akhirnya guling saya jalani. Saya bagi mereka menjadi beberapa kelompok dan masing-masing terdiri dari 10 siswa. Mulailah belajar secara guling dan hal itu membuat kepala guru tidak menjadi pening.

Keempat, Gerakan literasi membaca. Untuk obati rindu ini pada mereka. Setiap hari saya ajak siswa untuk membaca selama 15 menit. Dengan cara bagaimana? Saya share artikel yang ada di blog Gurusiana ke grup whatsApp dan meminta mereka untuk membacanya. Beri mereka pertanyaan yang jawabannya ada dalam tulisan yang di bagikan tadi. Yakin dan percaya pasti siswa akan menjadi senang dan merasa bertemu guru setiap hari.

Melalui 4G mampu obati rindu ini pada generasi hebatku. Seakan bersama walau hanya dalam dunia maya dan sesekali tatap muka walaupun dengan guling. Saya masih terus berharap bahwa hari itu akan segera tiba. Dimana bisa bertemu dengan mereka dan belajar bersama. Tanpa ada rasa ketakutan dan yang ada hanya senyum keceriaan dan semangat belajar yang tinggi.

Profil Penulis

Sutarti, S.Pd.SD, Saat ini masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Buku mandiri telah berhasil diterbitkan di MediaGuru. Di antaranya adalah Cerita Sang Juara (2018), Mamah, Cepat Pulang, Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), Bunga Tidur yang Mencekam (2020), Cita Ceria Siswaku (2021), Untaian Rindu dalam Aksara (2021), dan Jejak Literasiku di MediaGuru (2021)

Penulis bisa dihubungi di WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet dan IG: tatiex_tweet.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post