Tentang AKM (Part-1)
Rabu, 25 Agustus 2021
TAGUR-211 (365)
***
Tentang AKM (Part-1)
Karya : Sutarti
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi atau kemampuan mendasar yang dilakukan kepada peserta didik agar mampu mengembangkan kemampuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan mendasar yang dinilai dalam AKM adalah literasi membaca dan numerasi.Namun, AKM tidak menggantikan peran Ujian Nasional (UN) dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar peserta didik secara individual.
AKM menggantikan peran UN sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu pendidikan yang ada di suatu wilayah.
Mengapa peserta didik perlu memiliki kompetensi literasi membaca dan numerasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, literasi mempunyai tiga arti, yaitu sebagai berikut :
1. Kemampuan menulis dan membaca
2. Pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu
3. Kemampuan mengolah informasi dan pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sudah jelas bahwa peserta didik wajib memiliki kompetensi tersebut. Hari ini saya mengadakan sosialisasi terhadap kelas 5 SD Negeri 1 Plosoharjo, Toroh Grobogan. Mengajari mereka sedikit melakukan kegiatan pemecahan masalah sebagai dasar persiapan menghadapi AKM.
Hal pertama yang saya sampaikan ke peserta didik adalah mengajak mereka cinta/suka menulis dan membaca. Dengan mereka suka maka kemampuan berbicara, menghitung, dan mamecahkan masalah secara otomatis akan bisa walaupun belum sepenuhnya sempurna.

Langkah-langkah sosialisasi persiapan AKM yang saya lakukan hari ini beserta eksperimennya adalah sebagai berikut :
1. Pastikan peserta didik mampu menulis dan membaca.
2. Setelah dua kemampuan itu ada, ajak mereka untuk belajar berbicara dengan mengungkapkan apa saja yang ada di hati mereka. Minta bercerita kegiatan hari ini mulai dari bangun tidur. Pasti akan banyak sekali cerita di antara mereka.
3. Beri pengertian dan sampaikan semua hal tentang literasi membaca dan numerasi ke peserta didik.
4. Saya beri contoh awal adalah dengan setiap hari memberi atau share tulisan yang sudah tayang di blog Gurusiana. Dengan mereka membaca maka akan belajar memahami.
5. Dari tulisan yang saya share tadi, beri pertanyaan yang jawabannya ada di dalamnya. Secara otomatis jika mereka akan menjawab maka terlebih dahulu akan membaca.
6. Kegiatan tersebut sudah saya lakukan tiga tahun terakhir ini. Alhamdulillah, peserta didik senang karena mendapatkan berita yang aktual alias mereka tidak kuper.
7. Minta peserta didik belajar memecahkan masalah. Beri soal yang membuat mereka berpikir jauh/tingkat tinggi. Hari ini mereka saya beri soal tentang bagaimana caranya supaya kain yang basah tersebut bisa kering. Rata-rata mereka menjawab dijemur. Apakah cukup itu saja? lalu saya sampaikan ke mereka dalam menjawab soal harus ada urutan/prosesnya. Mereka kemudian mampu bercerita dan memecahkan masalah dengan detail tentang soal yang saya ajukan tadi.

Itulah sedikit ulasan saya tentang sosialisasi AKM ke peserta didik beserta ekperimennya.
Apakah semua orang yang mampu menulis dan membaca dianggap sudah memiliki kemampuan literasi? Nanti dulu
Saya sampaikan jawabannya di artikel berikutnya.
Salam literasi dari Grobogan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
