Belajar Creative Writing, Hasilkan Tulisan Berkelas dan Penuh Gaya
Minggu, 10 Oktober 2021
TAGUR-257 (365)
Lomba Menulis Bulan Oktober
***
Belajar “Creative Writing”, Hasilkan Tulisan Berkelas dan Penuh Gaya
Karya : Sutarti
Dalam dunia literasi saat ini, sejatinya seorang penulis tak kan pernah punya kata menyerah. Tidak akan pernah puas dengan hasil tulisannya. Senang jika diberi masukan dan siap jika dikritik orang lain walaupun itu menyakitkan. Dengan begitu tulisan kita benar-benar dibaca oleh mereka. Pembaca tidak hanya bilang, “bagus”, “keren”, dan “luar biasa”. Namun, mereka benar-benar paham dan mengerti apa isi tulisan tersebut.
Untuk menghasilkan tulisan yang baik dan enak dibaca orang lain, perlu adanya peningkatan kualitas tulisan. Penulis harus belajar tentang 3B. Pertama, belajar membaca isi tulisan orang lain. Ketika membaca rasa akan berbicara, terasa enak dan nyaman berarti tulisan tersebut mungkin sudah pas atau sesuai dengan hati. Tulisan tersebut sudah baik dari segi kata dan bahasa. Terlihat santun dan kata-katanya sudah sesuai dengan KBBI ataupun PUEBI. Dengan membaca karya orang lain akan mengasah kemampuan kita dalam meningkatkan kualitas tulisan.
Kedua, buku-buku referensi diperbanyak. Untuk memperbaiki kualitas tulisan tidak ada salahnya seorang penulis belajar dari banyak buku yang ia baca. Semua bisa dicari melalui toko buku online maupun offline. Dengan membaca satu persatu buku dengan genre tulisan yang berbeda akan menambah pengetahuan kita. Memperkaya perbendaharaan kata yang selama ini mungkin baru itu-itu saja. Memperhatikan detail setiap kalimat di buku tersebut mampu meningkatkan daya pikir kita meningkat. Perasaan tak kan salah jika kita mampu merasakan dan masuk pada alur tulisan di buku tersebut. Itu berarti kita mampu memahami isi dari buku yang telah dibaca.
Ketiga, belajar tanpa batas waktu. Kalimat tersebut mungkin sangat tepat buat penulis yang baru memulai menulis. Ketika kita sudah dihadapkan pada laptop dan gadget. Terbersit rasa dalam hati untuk segera menuangkan apa yang ada dalam pikiran dalam bentuk tulisan. Mungkin awalnya sulit, kita harus semangat mencoba dan mencoba. Semakin diasah akan semakin baik dan berkualitas tulisan kita. Memainkan jemari di atas keyboard, ketik kalimat dan menghapusnya. Mungkin itu sudah menjadi hal yang biasa ketika kita memulai belajar menulis. Semakin sering kita belajar maka daya pikir semakin terasah tajam. Pada akhirnya menghasilkan kualitas tulisan yang tak bisa dianggap remeh.
Ketiga cara tersebut adalah bagian dari belajar “creative writing”. Cara kita sebagai penulis untuk belajar menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas. Perlu diketahui bahwa “creative writing” adalah bentuk penulisan yang mencakup genre di luar lingkup penulisan serta menciptakan sesuatu yang berbeda. Biasanya fokus pada pengembangan narasi tulisan, karakter cerita, dan imajinasi. Tujuan tulisan yang demikian adalah untuk menghibur dan menarik pembaca. Melalui tulisan tersebut mereka suka dengan tata bahasa yang penulis suguhkan.
Belajar “creative writing” tidak mengedepankan tulisan yang formal. Namun, wajib menyuguhkan tulisan yang berbeda gaya sehingga mampu menarik pembaca. Jika kita sebagai penulis telah mampu demikian maka akan menghasilkan tulisan yang berkualitas. Dengan gaya yang khas maka akan memudahkan pembaca mengingatnya.
Setelah mampu menghasilkan tulisan yang lebih baik dari sebelumnya, pasti akan menghasilkan karya yang luar biasa. Salah satunya adalah menghasilkan buku dengan kualitas baik dan berkelas. Tata bahasa dalam tulisan sudah diatur sedemikian rupa. Bisa menyuguhkan dengan gaya bahasa secara maksimal. Mampu menghilangkan kata atau kalimat yang tidak efektif. Semua itu adalah bagian dari tulisan yang berkelas.
Tulisan di buku pertama kita mungkin tidak sebagus saat ini. Namanya saja pertama pasti begitu menggoda selanjutnya terserah Anda. Isinya masih amburadul, kata-kata masih membingungkan pembaca. Terkadang judul dengan isinya kurang pas dan mengena. Namun, semakin banyak kita belajar pasti di kemudian hari akan ada hasilnya. Penulis harus kreatif dan memiliki gaya tersendiri. Seperti setelah kita belajar “creative writing”, tulisan kita selanjutnya harus semakin bagus dan keren maksimal.
Setelah kita mampu menulis dengan baik, pastinya kita akan menghasilkan karya berupa buku dengan tulisan yang berkelas. Akan mudah dipahami pembaca. Alur ceritanya urut dan tidak membingungkan sehingga pembaca bisa terbuai dalam angan tulisan tersebut. Melalui belajar “creative writing”, hasilkan tulisan berkelas dan penuh gaya.
PROFIL PENULIS
Sutarti. 24 Oktober merupakan tanggal lahirnya. Saat ini aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
Karya mandiri yang telah diterbitkan di MediaGuru di antaranya: Cerita Sang Juara: Cerita Anak Pengembang Karakter (2018), Mamah, Pulang Cepat Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), Bunga Tidur yang Mencekam (2020), Cita Ceria Siswaku (2021), Untaian Rindu Dalam Aksara (2021), dan Jejak Literasiku di MediaGuru (2021).
Penulis saat ini menjadi pengurus aktif di AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan), sebuah organisasi yang mewadahi dan membersamai para penulis di Grobogan. Menghasilkan 17 karya mandiri dalam kurun waktu 3 tahun.
Penulis bisa dihubungi via **(censored)**WA) dan **(censored)** (surel).
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
