Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hukum Peserta Didik dengan 'LOMBA'

Hukum Peserta Didik dengan 'LOMBA'

Kamis, 10 Maret 2022

TAGUR-365 (79)

Lomba Menulis Bulan Maret MediaGuru

***

Hukum Peserta Didik dengan “LOMBA”

Karya : Sutarti

Melihat peserta didik merupakan impian terbesar seorang guru. Senyum riang dan wajah penuh kepolosan adalah hal yang dirindukan. Semangat mereka ketika berangkat sekolah bersama akan sangat dinanti. Riuh langkah kaki terdengar menuju kelas terlihat penuh keceriaan. Begitu sangat kami merindukan masa-masa itu. Ketika setiap hari bertemu dan belajar bersama. Tanpa adanya masker sebagai penghalang pertemuan.

Mengajari peserta didik sesuai dengan kurikulum yang ada adalah salah satu tugas kami sebagai pendidik. Tak jarang apa yang kami sampaikan tersebut keluar jalur. Ada beberapa hal yang wajib disampaikan ke mereka supaya mampu meraih cita-cita. Selalau berusaha menanamkan karakter baik dan penuh cinta ke dalam diri mereka dengan penuh kasih sayang.

Sebagai seorang pendidik hendaknya kita mampu membuat peserta didik menjadi senang ketika menerima pelajaran. Tidak takut ketika mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan PR. Supaya tidak takut dengan hukuman dari guru, kita simak ulasan berikut ini.

Sudah menjadi kebiasaan jika ada Peserta didik yang tidak mengerjakan PR maka akan dihukum. Misal iya, berikan hukuman yang membahagiakan hati mereka. Cara mengatasi adalah dengan mengajak mereka untuk berlomba. L artinya Literasi, ketika ada siswa yang bandel tidak mengerjakan tugas guru langsung meminta mereka untuk mengambil buku cerita dan membacanya. Selesai membaca dilanjutkan dengan bercerita sesuai yang mereka baca. Hal ini bertujuan untuk mengasah daya ingat mereka. Ulangi terus menerus sampai hafal.

Kedua adalah O artinya Olahraga. Ketika mereka tidak membuat tugas ajak untuk berolahraga. Tidak harus di lapangan, cukup di dalam kelas saja. Ajari mereka salah satu Peraturan Baris Berbaris (PBB) yaitu dengan memberi aba-aba “siap” untuk menyiapkan teman sekelasnya. Hal ini mampu membuat mereka makin disiplin, berani, dan tidak menunda-nunda tugas.

Huruf ketiga adalah M artinya Menari. Peserta didik pasti suka dengan gerakan-gerakan tari yang mampu membuat pikiran mereka fresh dan rileks. Jika tidak mengumpulkan PR dengan alasan ketinggalan di rumah, minta mereka untuk menari. Ajari mereka menciptakan sebuah karya. Misal gerakan Tari Merak maka ayunan tangan seperti kepakan sayap burung Merak, dan masih banyak lagi gerakan lainnya. Mereka tidak akan takut pada guru dan hasilnya akan sangat menyenangkan.

Huruf keempat adalah B, Bernyanyi. Ini yang sering guru terapkan ketika ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas. Berani maju dan mulai bernyanyi baik lagu nasional ataupun daerah. Teman-teman yang melihat pasti akan senyum-senyum ketika ada yang maju menyanyi. Tujuannya yang pasti adalah melatih keberanian dan percaya diri mereka dalam menjawab tantangan guru. Salah satu terapi mereka untuk berani mengemukaan ide atau pendapat adalah dengan bernyanyi.

Untuk yang terakhir adalah A yang artinya Ajak jajan. Ini merupakan solusi yang mengasyikkan ketika menemui peserta didik tidak mengerjakan PR. Hal ini biasa kami terapkan ketika ada latihan soal misalnya penilaian harian. Peserta didik pasti ada yang melaksanakan pengayaan maupun remedi. Peserta didik yang pengayaan sudah pasti nilainya bagus. Untuk yang remedi langsung diajak jajan dengan menerapkan tehnik wawancara terlebih dahulu. Ajak peserta didik ke kantin dan beri tugas mereka untuk melakukan wawancara pada petugas kantin. Hal ini akan melatih keberanian mereka dalam bertanya dan mengemukaan pendapat.

Ibu dan Bapak guru hebat semuanya, kami yakin jika menerapkan "LOMBA", maka peserta didik kita akan merasa senang dan tidak takut lagi dengan kita. Membuat hati mereka selalu senang dan merasa nyaman dengan mengajari mereka banyak hal. Tanamkan karakter baik dalam diri mereka dengan memberi contoh yang baik.

Senyum mereka di sekolah adalah obat untuk para pendidik di kala lelah. Melihat mereka bahagia dan tersenyum ceria adalah merupakan kado terindah guru setiap hari. Mari kita mendidik dengan hati.

Profil Penulis

Sutarti, S.Pd.SD, Saat ini masih aktif mengajar di SD Negeri 1 Plosoharjo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Beberapa buku mandiri telah berhasil diterbitkan di MediaGuru. Di antaranya adalah Cerita Sang Juara (2018), Mamah, Cepat Pulang, Ya! (2020), Kisah Gadis Penjual Keripik Bayam (2020), Bunga Tidur yang Mencekam (2020), Cita Ceria Siswaku (2021), Untaian Rindu dalam Aksara (2021), dan Jejak Literasiku di MediaGuru (2021). Ditambah 12 buku pemenang bulanan dan 4 buku antologi bersama AGPG. Dua karya berupa essay juga telah masuk di Majalah Literasi Indonesia Edisi VI dan VII.

Penulis saat ini menjadi pengurus aktif di Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG). Sebuah organisasi yang membersamai para penulis di Kabupaten Grobogan.

Penulis bisa dihubungi WA. **(censored)**Alamat email: **(censored)** . FB. Tatiex_tweet.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post