Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengenal Penulis melalui Karyanya (Part-17)

Mengenal Penulis melalui Karyanya (Part-17)

Selasa, 26 April 2022

TAGUR-365 (33)

***

Semangat pagi sobat semuanya, semoga dalam keadaan sehat dan lancar kegiatannya hari ini.

Masih bersama dengan Mengenal Penulis melalui Karyanya. Merupakan resensi buku antologi pemenang MediaGuru"Colourful Ramdan". Kali ini sudah memasuki bagian ke-17, itu artinya sudah ada 16 penulis yang dikupas tuntas tulisannya. Untuk penulis yang ke-17 ini sangat luar biasa hebat. Siapa dia? Kita cek selengkapnya di bawah.

Beliau merupakan penulis yang aktif di blog Gurusiana. Tulisannya selalu bergizi dan disukai pembaca. Tak jarang tulisannya selalu masuk di 5 artikel populer harian bahkan bulanan. Selain itu beliau juga rajin SKSS dan membagikan tulisannya di grup-grup whatsApp.

Bapak Mursalim Nawawi, seorang guru di SMA Rahmatul Asri Enrekang. Heem, temannya Bunda Arsiah nih kayaknya.

Dalam antologi "Colourful Ramadan" beliau mengambil judul Ramadan is Fun, Puasa Tahun ini Beda dengan Kemarin. Jadi penasaran apa sih yang beliau ceritakan dalam buku tersebut hingga bisa menjadi pemenang lomba menulis bulanan MediaGuru?

Bapak Miursalim bercerita tentang keluarganya dua tahun yang lalu ketika bulan puasa. Tak terasa seiring berjalannya waktu, kita sudah sampai di bulan Ramadan. Tahun ini adalah kali kedua sekeluarga memasuki bulan puasa saat pandemi menghantam dunia. Ibadah yang seharusnya dilaksananakan di masjid ditiadakan dan hanya dilaksanakan di rumah masing-masing. Mengingat penyebaran koronavirus mengganas. Pelaksanaan Tarawih maupun salat lima waktu dilaksanakan di rumah.

Tahun ini mungkin sedikit ada kelonggaran, seiring mulai menurunnya penularan koronavirus. Di daerah beliau pemerintah mengeluarkan pengumuman boleh melaksanakan Tarawih berjamaah di masjid dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Suasana mulai meriah di kampung Bapak Mursalim. Persiapan mulai dilakukan, baik membeli dan menyiapkan alat salat hingga bekal Ramadan pun tak ketinggalan.

Kegembiraan itu juga dirasakan oleh bocah-bocah kampung. Mereka mulai mempersiapkan diri berlatih puasa dan tradisi menyumbang di masjid walau hanya seribu atau dua ribu rupiah. Ibu-ibu kreatif membuat takjil di kampung pun ikut merasakan kegembiraan dengan adanya kelonggaran dari pemerintah.

Nuansa meriahnya Ramadan sangat terasa tahun ini dan sangat beda dengan tahun lalu. Tahun ini menjadi kegembiraan tersendiri bagi warga kampung untuk ikut menyambut dan mengisi bulan penuh berkah dengan rangkaian ibadah. Pastinya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT.

Tulisan Bapak Mursalim begitu luar biasa. Hanya ada sedikit kekurangan, ada beberapa kalimat panjang yang lama tak berujung. Kok tidak segera titik ya? Hal ini membuat pembaca ngos-ngosan dalam membaca dan memahami ceritanya. Namun, saya salut dengan tulisan beliau. Renyah. runtut, dan padat berisi.

Penulis MGI tulisannya semua luar biasa. Keren dan hebat pokoknya.

Salam literasi dari Grobogan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post