Sutarti_Grobogan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengenal Penulis melalui Karyanya (Part-19)

Mengenal Penulis melalui Karyanya (Part-19)

Jumat, 29 April 2022

TAGUR-365 (36)

***

Semangat pagi sobat semuanya, semoga dalam keadaan sehat dan lancar puasanya hari ini. Oiya, di Grobogan mulai hari ini sudah libur jelang hari raya lho, di tempat sobat gimana?

Kali ini Mengenal Penulis melalui Karyanya sudah memasuki bagian ke-19. Itu artinya sudah ada 18 sobat gurusianer yang tergabung dalam antologi "Colourful Ramadan" sudah saya ulas tulisannya. Semakin banyak mengenal teman yang hebat, hati ini semakin terpacu untuk terus menulis dan berkarya.

Sobat yang ingin saya kenal selanjutnya adalah Bunda Siti Aisyah. Seorang guru di SMPN 171 Jakarta. Beliau gurusianer yang aktif menulis dan rajin sekali SKSS. Hal itu membuat saya sedikit mengenal beliau. Bertemu melalui dunia maya dan seakan sudah sangat dekat di hati.

Dalam buku antologi "Colourful Ramadan", beliau mengambil judul "Rindu Ramadan, Rindu Ibu". Membaca judulnya kok sudah terharu duluan. Akhirnya lanjut membaca dan mengulasnya dengan cermat.

Setiap keluarga mempunyai agenda tersendiri untuk memuliakan Ramadan yang suci. Bulan penuh rahmat yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Mereka yang sangat antusias menyambut kedatangannya dengan mempersiapkan segala hal agar lebih bersemangat menjalankan ibadah.

Kali ini Ramadan masih dalam keadaan pandemi COVID-19. Kita dihadapkan pada situasi yang penuh kewaspadaan dan keprihatinan. Kita biasa bersilaturahmi dan memaafkan antara sesama keluarga, atau kerabat. Selain silaturahmi, dalam menyambut Ramadan biasanya kita akan ziarah ke makam orang tua atau kerabat. Hal ini bertujuan untuk mendoakan mereka.

Ramadan membawa keberhakan sendiri bagi setiap umatnya. Bahkan, Ramadan adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sangat dirindukan dan disayangkan kepergiannya. Ibadah yang biasa dilakukan adalah puasa, tadarus Al-Qur'an, bersedekah, dan berzikir. Bersedekah saat kondisi seperti ini tentunya sangat mulia. Apalagi sedekah kepada orang tua yang tidak mampu dan dalam kesulitan.

Ada suasana lain dalam hati beliau ketika memasuki bulan Ramadan ini. Masa-masa Ramadan beliau bersama Ibu tercinta. Suasana hati mulai merindu. Ibu dari Bunda Siti Aisyah telah meninggal menghadap illahi pada 2016. Berat rasa hati melepaskan, begitu ingin direngkuh selamanya. Seperti halnya rindu serta membayangkan segala keindahan pada waktu masih bersamanya. Rindu sosok yang selalu menemani dan memberikan sentuhan sayang serta kasih yang menuntun.

Dalam cerita tersebut, Bunda Siti Aisyah sedang merindukan sosok Ibu, mungkin di Ramadan kali ini juga demikian. Hanya doa yang bisa kirimkan, semoga diampuni segala dosa-dosa dan diluaskan alam kubur serta ditempatkan mulia di sisi Allah SWT.

Cerita yang sangat menyentuh hati Bunda. Saya sendiri bisa larut dan merasakan apa yang beliau alami. Sempat terengah-engah juga pas baca di paragraf kedua tulisan beliau. Menanti tanda titik kok tidak sampai-sampai. Ada juga beberapa kata yang diulang dalam satu paragraf. Namun, keseluruhan isi cerita sangat bagus dan mampu buat kita hanyut akan rasa rindu. Sosok Ibu yang tiada duanya dan mari kita memuliakannya selagi masih ada.

Salam kenal dari saya Bunda,

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Salam literasi dari Grobogan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post